Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

BUMN agar pindahkan dana ke dalam negeri

JAKARTA: Pemerintah meminta BUMN yang memiliki simpanan mata uang berdenominasi dolar AS di luar negeri, untuk dipindahkan ke dalam negeri guna mengantisipasi krisis ekonomi global.

Meneg BUMN Sofyan Abdul Djalil mengatakan permintaan untuk mengalihkan simpanan dolar AS ke dalam negeri terutama ditujukan bagi BUMN yang memiliki over exposure pada mata uang tersebut.

"Sekarang kami meminta BUMN yang ada memindahkan dolar AS mereka ke dalam negeri. Uang itu dipindahkan ke dalam sistem perbankan domestik," katanya kemarin.

Namun, pemerintah membuka kemungkinan bagi BUMN menempatkan mata uang berdenominasi dolar AS di luar negeri, sepanjang hal itu diperlukan untuk mendukung berjalannya bisnis.

"Kalau penempatan dolar AS di luar negeri didasarkan pada kepentingan bisnis, hal itu tidak ada masalah. Sedangkan untuk BUMN perbankan, kami tidak terlalu mempermasalahkan karena ada pengawasan yang ketat dari Bank Indonesia," lanjutnya.

Beberapa BUMN yang memiliki simpanan dolar AS di luar negeri di antaranya PT Pertamina, PT PLN, dan PT Telkom Tbk.

Terkait dengan pengalihan simpanan dari luar negeri ke dalam negeri, serta untuk mengantisipasi krisis perekonomian, sejumlah BUMN besar kemarin turut hadir dalam rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh kepala negara.

Sofyan mengungkapkan keterlibatan direksi BUMN dalam rapat kabinet agar ada kesamaan persepsi terhadap kondisi yang tengah terjadi.

Ketika dimintai pendapat soal penarikan dana simpanan di luar negeri, Sekretaris Perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam Eko Budhiwijayanto mengatakan pihaknya tidak memiliki portofolio dolar AS di luar negeri.

"Semua dana kami simpan di bank-bank BUMN. Termasuk L/C untuk perdagangan luar negeri, kami membukanya di bank dalam negeri," tuturnya.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • BI siapkan fasilitas pinjaman darurat
  • PORTOFOLIO
    RBS mantapkan peran di Indonesia
  • PORTOFOLIO
    Stanchart akuisisi Cazenove
  • BNI proyeksi kredit korporasi melemah