Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Lebaran sedot uang kartal Rp44,75 triliun

JAKARTA: Realisasi penyerapan uang kartal pada Lebaran tahun ini mencapai Rp44,75 triliun atau naik sebesar 21,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka ini di bawah proyeksi Bank Indonesia Rp46,5 triliun.

Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Edi Siswanto mengatakan meskipun realisasi tidak sesuai dengan proyeksi, tetapi persentase penarikan uang tunai menjelang Lebaran (per 29 September) mencapai 96,2%. Artinya, permintaan masyarakat terhadap uang tunai pada Lebaran kali ini masih cukup besar dibandingkan dengan tahun lalu Rp38,8 triliun.  

"Data penarikan uang tunai itu sesuai dengan jadwal sebelum liburan Lebaran [29 September]. Jadi, penarikan uang tunai tetap meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni naik sebesar 21,4%," ujarnya di Jakarta, kemarin.  

Dia mengutarakan penarikan puncak uang tunai menjelang Lebaran terjadi pada 24 September atau H-6 yang mencapai Rp7,3 triliun dalam sehari. Setelah itu, lanjutnya, tingkat penarikan uang tunai pada bank sentral mengalami penurunan. "Tetapi, sehari tetap di atas Rp3 triliun," katanya.  

Menurut dia, permintaan uang tunai pasca-Lebaran bisa saja meningkat, tetapi kenaikan tersebut tidak dihitung sebagai akumulasi permintaan pada hari raya. "Bisa saja Senin kemarin permintaan kembali naik setelah libur, tapi itu belum masuk dalam permintaan uang tunai hari raya," paparnya.  

Edi menyampaikan cadangan kas uang tunai bank sentral hingga kemarin mencapai Rp76 triliun. Angka tersebut turun tipis dari proyeksi H-1 Lebaran sebesar Rp81,7 triliun. "Ini karena ada uang masuk juga, baik dari percetakan maupun masyarakat, selain ada penarikan uang tunai."  

Semula bank sentral memproyeksikan cadangan kas BI sebesar rp81,7 triliun masih cukup untuk 3,6 bulan berikutnya, karena diasumsikan penarikan uang di masyarakat mencapai Rp46,5 triliun menjelang Lebaran.  

Dengan perkiraan kenaikan sebesar itu proyeksi uang kartal yang diedarkan di masyarakat pada H-7 Lebaran akan mencapai Rp254 triliun dan pada H-1 meningkat lagi menjadi Rp273,3 triliun.  

Persediaan uang kartal BI juga diperkuat dengan cadangan yang ada di perbankan, termasuk untuk operasional dan ATM. Bank sentral mencatat posisi uang kartal secara nasional sebesar Rp98,8 triliun. 

Pecahan favorit

Deputi Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Yopie D. Alimudin mengatakan persediaan kebutuhan uang menjelang Lebaran memang mencukupi, tetapi terjadi salah prediksi pada jenis penarikan uang tunai, yakni masyarakat lebih banyak menarik uang kecil (di bawah Rp10.000) dibandingkan dengan uang besar (di atas Rp20.000).  

Namun, lanjutnya, pihaknya menyiasati dengan mengonversi setiap permintaan penukaran uang di tingkat masyarakat.

"Misalnya pecahan Rp100.000 ditukar dengan Rp50.000 dan disertai pecahan di bawah Rp10.000 agar tidak terjadi mischmatch," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini. (11) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun