Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

Bank publik tepis dampak eksposur luar negeri

JAKARTA: Bank-bank di Tanah Air ramai-ramai mulai mengumumkan transparansi eksposur di luar negeri yang dinyatakan tidak terkait langsung terhadap krisis keuangan yang melanda institusi finansial yang menjadi mitranya.

Corporate Secretary PT Bank Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk Bambang Wisaksono menyatakan pihaknya tidak memiliki eksposur terhadap lembaga keuangan AS yang mengalami krisis keuangan dan institusi finansial internasional lainnya.

Gejolak pasar keuangan di AS tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja perseroan. Sampai sekarang, portofolio kredit masih terjaga baik dengan skala sehat dan rasio NPL net 0,65%

"Tidak ada fakta atau material penting yang memengaruhi perseroan sehubungan dengan dampak krisis keuangan global," ujarnya dalam pernyataan kepada Bursa Efek Indonesia, kemarin.

Manajemen Bank Saudara juga mengungkapkan nilai saham Bank Saudara (SDRA) pada 7 Oktober ditutup Rp88 per lembar atau di bawah par Rp100 per lembar.

Pernyataan serupa juga disampaikan Dirut PT Bank Victoria International Tbk Daroel Aboebakar yang menyebutkan kualitas portofolio perseroan tetap baik dengan rasio NPL per Juni 2008 3,16% (gross) dan 1,36% (net).

"Tidak ada fakta, informasi, material atau kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap perseroan dan dapat memengaruhi fluktuasi perdagangan saham perseroan yang belum diungkapkan kepada publik," ujarnya dalam pernyataan kepada otoritas bursa, kemarin.

Pada kesempatan lain, PT Bank Mega Tbk telah memindahkan rekening nostro miliknya di Wachovia Bank ke institusi finansial lainnya. Keputusan itu berlandaskan kesepakatan akuisisi Wachovia Bank oleh Wells Fargo Bank.

"Saat ini dana di rekening nostro Wachovia Bank sudah ditarik dan dipindahkan ke bank lain," kata Sekretaris  Perusahaan Bank Mega Dony Oskaria dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.

Dony mengatakan pemindahan rekening nostro di Wachovia Bank dilakukan agar tidak mengganggu kegiatan operasional dan tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut.

"Perseroan tidak memiliki eksposur pada lembaga keuangan di Amerika Serikat yang mengalami krisis seperti Lehman Brothers, AIG, Merril Lynch, Goldman Sachs dan Morgan Stanley," ujarnya.

Wachovia Corp, bank terbesar keenam berdasarkan aset di Amerika Serikat. Pada triwulan II/2008, Wachovia merugi US$9,11 miliar.

Oleh Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun