Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

Wilayah & jumlah bank hambat migrasi kartu kredit

SINGAPURA: MasterCard Worldwide memperkirakan proses migrasi kartu kredit atau debet menuju penggunaan EMV chip di Indonesia akan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Vice President Advanced Payment Systems Product Sales and Delivery Asia Pasifik Region MasterCard Worldwide David Chen mengatakan luas wilayah dan banyaknya jumlah bank di Indonesia memengaruhi periode migrasi.

"Jumlah bank penerbit kartu debet atau kredit cukup banyak dengan luasnya titik layanan atau terminal sehingga diperlukan waktu lebih dibandingkan dengan negara lain, seperti Malaysia," ujarnya dalam Asia Pasifik, Middle East, and Africa (APMEA) MasterCard Worldwide Product Conference and Technology Fair 2008, kemarin.

Dia menjelaskan jumlah kartu yang dikeluarkan di Indonesia sangat banyak sehingga setiap bank memerlukan persiapan teknologi pendukung untuk perubahan ini. Target pemerintah migrasi ke EMV selesai pada 2009 dinilai sebagai tenggat terbaik dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh bank.

EMV seperti layaknya kartu pintar atau smart card dianggap memiliki kemampuan proteksi lebih baik. Sistem gesek digantikan dengan Electronic Data Capture (EDC).

Kartu dengan EMV chip menjadi multifungsi seperti di Rusia dan Taiwan. Masyarakat Taiwan menggunakannya sebagai sarana pembayaran tiket moda transportasi publik, sementara di Korsel menjadi kartu jaminan sosial.

Kepala Bagian Pengembangan Produk Bank BRI Donny Himawan mengatakan pihaknya menyadari kartu debet atau kredit menggunakan EMV chip memang harus segera diterapkan di Indonesia.

"Kami melakukan migrasi untuk seluruh pengguna kartu kredit. Pertukaran dilakukan otomatis, ketika masa berlaku kartu lama habis," ujarnya.

Dia menjelaskan pemakaian EMV di Indonesia selama beberapa tahun menadatang akan diprioritaskan kepada pengguna kartu kredit terlabih dahulu, setelah itu bertahap kepada pengguna kartu debit.

BRI mulai akhir 2009 akan memberikan kartu dengan EMV pada seluruh baru nasabah kartu kredit. Saat ini, penggunaan kartu kredit atau debet untuk transaksi online di Indonesia masih sangat rendah karena ketakutan masyarakat terhadap jaminan keamanan bertransaksi di dunia maya.

Di Indonesia saat ini beroperasi sedikitnya 20 penerbit kartu kredit.

Kurang maksimal


Group Head Debit Product Management and Development Asia Pasific, Middle East, and Africa MasterCard Worldwide Robert Walls mengatakan pihaknya melihat pemilik kartu debet di Indonesia sangat banyak, tetapi penggunaannya kurang maksimal.

"Kami baru saja melakukan riset di Indonesia. Hasilnya, banyak pemilki kartu debet yang tidak tahu bahwa dia memilikinya. Kampanye khusus bersama bank dilakukan untuk mengedukasi masyarakat," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan pengguna kartu debet di Indonesia bisa begitu banyak karena bank menggabungkannya dengan fasilitas anjungan tunai mandiri atau ATM yang langsung diperoleh setiap nasabah baru.

Sebanyak 99% pemegang kartu tersebut hanya menggunakannya untuk menarik uang tunai dari ATM, padahal untuk keperluan rutin bulanan penggunaan kartu debet sangat menguntungkan.

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun