Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Keuangan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Astra Sedaya peroleh pinjaman US$92 juta

JAKARTA: PT Astra Sedaya Finance menyepakati komitmen pinjaman sindikasi sebesar US$92 juta dari tujuh bank asing untuk meningkatkan pembiayaan hingga akhir tahun ini meski pasar pembiayaan diprediksi melambat akibat keringnya likuiditas.

Dirut Astra Sedaya Benny Tjoeng mengutarakan ketujuh bank itu terdiri dari Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Chinatrust Commercial Bank, Mizuho Corporate Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp, Export-Import Bank Tiongkok, Bank of China, dan Mega International Commercial Bank.

"Komitmen pinjaman itu ditujukan untuk mendorong peningkatan pembiayaan tahun ini yang diproyeksikan Rp12,5 triliun, bahkan kami mengincar pembiayaan dapat melampaui target itu," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Benny mengatakan di tengah krisis perekonomian yang melanda dunia, pihaknya masih dipercaya oleh para investor untuk menanamkan dananya.

Selain pinjaman dari luar negeri tersebut, katanya, saat ini perseroan masih didukung sejumlah bank di dalam negeri baik berupa pinjaman bilateral maupun pembiayaan bersama.

Hingga September 2008, Astra Sedaya bersama grup usahanya Astra Credit Companies telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp11 triliun dan sampai akhir tahun diperkirakan akan mencapai Rp13,5 triliun melampaui target pembiayaan.

"Dengan masih tersedianya dana hingga akhir tahun dan didukung penjualan yang meningkat, kami optimistis dapat meraih target."

Astra Sedaya adalah salah satu perusahaan pembiayaan otomotif yang dikendalikan PT General Electric Services dengan porsi kepemilikan saham 47%. Di luar itu, PT Astra Internasional Tbk menguasai 44,28%, dan PT Sedaya Investama sebesar 8,72%.

Suku bunga

Benny menuturkan perseroan telah menaikkan suku bunga pembiayaan mengingat biaya bunga telah meningkat dengan kenaikan 1,5%-2%. Langkah itu terpaksa dilakukan untuk menyeimbangkan terhadap beban biaya bunga yang semakin tinggi.

Sebelumnya, Astra Sedaya juga memperoleh komitmen pinjaman sebesar Rp1 triliun dari PT Bank Negara Indonesia Tbk dengan skema pembiayaan bersama. Dana pinjaman itu digunakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dana untuk kegiatan pembiayaan.

Benny menuturkan perseroan tetap mengandalkan kredit bank sebagai sumber dana utama perseroan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan baik melalui penerusan (channeling) maupun pembiayaan bersama (joint financing).

Benny menambahkan tahun ini kondisi pasar pembiayaan masih tumbuh dengan baik dan tidak ada indikasi penurunan.

Komposisi pembiayaan terdiri dari mobil baru 70% dan mobil bekas 30% dengan posisi pembiayaan macet masih kurang dari 1%.

Benny mengklaim jumlah booking pembiayaan baru terus meningkat. Dia menjelaskan statistik pembiayaan di multifinance akan tumbuh lebih tinggi setiap memasuki paruh kedua dibandingkan dengan pembiayaan pada awal tahun. (17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PLN negosiasi pinjaman US$1,3 miliar
  • Apresiasi dolar AS tekan emas
  • BNI & Stanchart amankan pasokan dolar AS
  • PORTFOLIO
    DBS Indonesia masuk segmen ritel
  • Kredit masuki fase perlambatan
  • PORTOFOLIO
    BRI bantu 4 Puskesmas
  • PORTOFOLIO
    Legislator nilai BI lemah
  • Mandiri uji tuntas akuisisi asuransi
  • Klaim asuransi minyak dan gas turun