Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 17/07/2008
Harga tabung gas 3 kg diusulkan naik 16,3%
JAKARTA: Asosiasi Produsen Tabung Baja (Asitab) tengan mengusulkan harga tabung gas 3 kg agar dinaikkan 16,3% dari Rp129.000 per unit menjadi Rp150.000 per unit akibat lonjakan harga baja canai panas (hot rolled coils/HRC) di pasar internasional yang menembus US$1.100 per ton.
Tingginya harga HRC langsung membuat produk olahan HRC berupa harga pelat lembaran panas (hot rolled plate/HRP) ikut terdongkrak. Pelat baja merupakan salah satu bahan baku yang dibutuhkan industri tabung, terutama jenis SG-295.
Tidak hanya SG-295, harga bahan baku pelat baja jenis SPHC juga terdongkrak dari Rp12.000 menjadi Rp12.300 dari awal Juli. SPHC adalah bahan dasar tabung yang juga digunakan untuk komponen sekunder, seperti kepala dan kaki tabung.
Apabila lonjakan harga ba-han baku tabung gas tidak disikapi dengan menaikkan harga jual, biaya produksi para produsen tabung 3 kg dalam rangka konversi energi-dari minyak tanah ke gas-tersebut akan ikut membengkak sehingga berpotensi merugikan produsen.
Sebelumnya, pada April Asitap juga pernah mengajukan kenaikan harga tabung gas ukuran 3 kg dari Rp108.000 menjadi Rp129.000 per unit.
Ketua Umum Asitab Tjiptadi menjelaskan kenaikan harga baja internasional membuat PT Krakatau Steel menaikkan harga SG-295 untuk pengiriman September-Oktober dari Rp12.000 menjadi Rp15.857 per kg. Saat ini, KS merupakan satu-satunya perusahaan baja yang memasok bahan baku ke kalangan produsen tabung nasional.
"Kami sedang mengalkulasi kenaikan harga yang wajar. Kemungkinan, harga baru tabung 3 kg akan ditetapkan untuk periode Oktober," katanya, kemarin. Dengan adanya kenaikan harga itu, anggaran pemerintah untuk program konversi ini diperkirakan kembali membengkak dari Rp1,2 triliun menjadi Rp1,5 triliun.
Oleh Yusuf Waluyo Jati & Irsad Sati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSELERASI
Semen Gresik buka ruang dialog - Industri elektronik lakukan efisiensi besar-besaran
- Pabrik Unilever terbesar di Asia mulai beroperasi
- Belanja mesin industri makanan diprediksi naik 20%
- 'Produsen salah kalkulasi kondisi pasar'
Impor bahan baku dan produk baja melambung 124,3%