Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Petrokimia bangun pabrik Rp5,7 triliun

JAKARTA: PT Petrokimia Gresik akan membangun pabrik amonia dan urea senilai Rp5,7 triliun untuk memenuhi kebutuhan pupuk di pasar dalam negeri.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Arifin Tasrif mengatakan dua pabrik baru itu nantinya bisa memproduksi amonia untuk pupuk NPK sebesar 2.000 ton per hari, dan urea sebesar 1.725 ton per hari.

"Kami akan mengajukan rencana itu ke pemerintah. Jika disetujui, kami akan mengalokasikan kas internal untuk menutup 30% kebutuhan, dan sisanya sumber pendanaan eksternal," katanya kemarin.

Saat ini, Petrokimia Gresik mampu memproduksi pupuk urea sebesar 400.000 per tahun, dan NPK sebesar 1,2 juta ton per tahun.

Menurut dia, pembangunan pabrik amonia dan urea itu salah satu bagian dari tahapan pengembangan bisnis perseroan. untuk tahap pertama ini perseroan akan mengembangkan pabrik asam fosfat dan asam sulfat baru.

Terkait dengan pengembangan tahap pertama ini, Petrokimia Gresik kemarin menandatangani kerja sama joint venture dengan Jordan Phospate Mines Co Ltd (JPMC), untuk membangun pabrik baru asam fosfat dan asam sulfat senilai US$200 juta, atau sekitar Rp1,8 triliun.

Dalam joint venture itu Petrokimia Gresik memiliki 70% saham, dan sisanya 30% dimiliki JPMC. Pendanaan pembangunan pabrik baru akan ditutup dari kas internal sebesar 30% dan sisanya dari pinjaman bank sebesar 70%.

"Tiap-tiap perusahaan akan menyetor sebesar US$30 juta dari kas internal, sedangkan sisanya akan kami penuhi dan pinjaman bank. Sejauh ini kami telah melakukan pembicaraan dengan bank lokal dan asing," ujarnya.

Pabrik yang dibangun diperkirakan akan selesai pada 2010, dan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,7 ton NPK dan 1 juta ton Super Phospate (SP-36) dan 120.000 ton DAP.

Pembangunan pabrik asam fosfat memungkinkan Petrokimia Gresik mengamankan pasokan bahan baku pupuk yang ke depannya diperkirakan akan meningkat. Dalam kerja sama ini, JPMC akan memasok kebutuhan fosfat ke Petrokimia.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • 'Segera realisasikan BM impor komponen'
  • AKSELERASI
    Registrasi mobil baru di Selandia Baru naik 4,7%
  • Konsumsi baja diprediksi melonjak 25%
  • Intikeramik raih kontrak ekspor US$880.000