Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Akumulasi kenaikan harga makanan bisa mencapai 40%
JAKARTA: Kenaikan harga produk makananan dipastikan akan terus berlanjut pada semester II/2008. Bahkan diperkirakan total akumulasi kenaikannya bisa mencapai 40% dibandingkan dengan harga pada akhir tahun lalu.
Sepanjang Januari-Juli 2008, kalangan produsen makanan minuman olahan telah menaikkan harga jual hingga 30%. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh lonjakan harga bahan baku dan peningkatan ongkos distribusi.
Lonjakan harga bahan baku dan distribusi dipicu oleh efek berantai dari kenaikan harga minyak mentah dunia dan krisis finansial (subprime mortgage) di Amerika Serikat.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan menjelaskan pada semester I/2008 nilai omzet penjualan industri makanan tercatat sekitar Rp180 triliun.
Menurut dia, kenaikan harga jual makanan dan minuman olahan terutama terjadi pada produk mi instan, biskuit, roti, minuman ringan, tepung terigu, dan susu. "Sebagian besar produsen makanan dan minuman olahan menaikkan harga jual sekitar 20% - 30% sepanjang Januari-Juli 2008. Jika tidak dinaikkan harganya, ukuran kemasan produk akan diperkecil untuk menjaga margin keuntungan," paparnya, kemarin.
Thomas menjelaskan total omzet pasar produk makanan dan minuman olahan pada tahun lalu mencapai Rp350 triliun. Pada tahun ini, Gapmmi menargetkan omzetnya meningkat menjadi Rp360 triliun. "Tetapi permintaan terigu dan gula secara volume turun meskipun secara nilai naik."
Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Fransiscus Welirang mengatakan konsumsi terigu nasional selama lima bulan pada 2008 merosot 12,36% menjadi 1,398 juta ton dibandingkan dengan konsumsi pada periode sama 2007 yaitu 1,595 juta ton.
Penurunan itu terjadi akibat pelemahan daya beli menyusul kenaikan harga pangan dunia sejak awal tahun yang diikuti kenaikan harga BBM 28,7%.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSELERASI
Impor manufaktur Korsel naik 47,3% - Impor produk pertekstilan semester I naik 24,6%
- RI kehilangan potensi investasi sektor barang modal US$1 miliar
- AKSELERASI
Industri alutsista butuh dukungan nyata - AKSELERASI
Bridgestone buat ban radial pesawat