Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 20/08/2008

Penjualan elektronik melambung 41,5%

JAKARTA: Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan produk elektronik di dalam negeri melonjak 41,5%, dari 5,3 juta unit pada periode sama 2007 menjadi 7,5 juta unit.

Permintaan produk pemutar video/audio dan televisi mencapai pertumbuhan tertinggi.

Berdasarkan kalkulasi Electronic Marketer Club (EMC), dari total volume penjualan tersebut dihasilkan nilai omzet sekitar Rp10 triliun, atau tumbuh 22% terhadap total omzet pada periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp8,2 triliun.

Sekretaris Jenderal EMC Handojo Soetanto menjelaskan ada beberapa faktor yang mendongkrak permintaan produk elektronik di antaranya peningkatan daya beli masyarakat kelas menengah atas di luar Pulau Jawa seiring dengan kenaikan harga komoditas primer di pasar dunia.

Selain itu, pengawasan yang kian ketat di pintu masuk kepabeanan oleh aparat Ditjen Bea dan Cukai membuat volume impor ilegal produk elektronik-terutama dari China-menurun secara signifikan sehingga memacu penjualan produk buatan dalam negeri. "Adanya penyelenggaraan Piala Eropa dan Olimpiade Beijing juga turut mendongkrak penjualan barang elektronik terutama televisi," papar Handojo, kemarin.

Data EMC menunjukkan penjualan elektronik pada Juli 2008 mencapai 1,18 juta unit, atau lebih tinggi 3,5% diban-dingkan dengan penjualan pada bulan sebelumnya. Dari sisi nilai, penjualan elektronik se-panjang Juli tercatat Rp1,86 triliun atau tumbuh 10,7%.

Kendati demikian, katanya, untuk beberapa produk seperti televisi, penjualan pada Juli mulai melambat dibandingkan dengan Juni dari 447.556 unit menjadi 405.795 unit.

Kondisi ini terjadi karena terjadi penurunan minat beli konsumen terhadap televisi layar datar jenis LCD/plasma ke jenis televisi slim flat TV (CRT/cathode ray tube) yang lebih murah harganya. "Kami optimistis, sampai akhir tahun pertumbuhan penjualan produk elektronik nasional berada pada kisaran 20%," katanya.

Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%