Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Pemerintah akan suntik PAL modal kerja US$40 juta
SURABAYA: Kementerian BUMN akan menyuntikkan dana segar sekitar US$40 juta untuk PT PAL Indonesia (Persero) guna memperkuat modal kerja di tengah pening- katan permintaan kapal.
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil mengakui PAL Indonesia kini kesulitan modal kerja untuk membiayai produksi pesanan kapal.
Menurut dia, perusahaan tersebut layak memperoleh suntikan modal karena BUMN galangan tersebut saat memiliki daya saing yang cukup baik karena telah menguasai teknologi pembuatan kapal, termasuk jenis kapal niaga dengan bobot mati hingga 50.000 dead weight ton (DWT).
Baru-baru ini, PAL Indonesia menyerahkan kapal kargo double skin bulk carrier (DSBC) MV Saturnus berbobot 50.000 DWT pesanan perusahaan pelayaran asal Turki. Kapal tersebut dirampungkan dalam jangka dua tahun dan merupakan bagian dari pemesanan tiga unit kapal sejenis.
Peningkatan kebutuhan kapal di pasar internasional, kata dia, merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh PAL Indonesia. "Karena itu, kesulitan modal kerja yang kini dialami PAL perlu diatasi," ujar- nya baru-baru ini.
Pengadaan modal kerja tersebut, lanjutnya, akan diberikan melalui sinergi antar- BUMN dengan pendekatan bisnis/komersial. "Kami akan mengupayakan sedapat mungkin untuk mengatasi kesulitan keuangan PAL yang kini butuh modal kerja sekitar US$40 juta agar proses produksi kapal berjalan lancar. BUMN lain bisa didorong untuk membantu dan terlibat," ujarnya.
Sofyan Djalil menilai kemampuan BUMN industri galangan, yakni PT PAL Indo- nesia, PT Dok Kodja Bahari, PT Dok dan Perkapalan Surabaya, perlu terus ditingkatkan.
"Mereka sebenarnya cukup kompetitif dan mampu menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis dari negara-negara maju, seperti Korea dan Jepang," ujarnya.
Dia menegaskan pemerintah memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan industri galangan nasional dengan mendorong penggunaan kapal buatan dalam negeri, termasuk memproduksi alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dibutuhkan TNI.
"Industri galangan domestik harus semakin maju dan dapat menyelesaikan order pembangunan kapal sesuai jadwal kontrak dengan tetap memerhatikan kualitas," paparnya.
Dirut PT PAL Indonesia Harsusanto menambahkan BUMN yang dipimpinnya tersebut pada tahun ini sedang menyelesaikan pembangunan 10 unit kapal berbagai ukuran pesanan dari di dalam negerri dan luar negeri. Sebanyak empat unit di antaranya telah rampung dan diserahkan ke-pada pemesan."
Menurut Harsusanto, sejak 2000 PAL Indonesia telah merampungkan 12 unit kapal kargo untuk memenuhi pesanaan perusahaan pelayaran dari sejumlah negara. (k22)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- AKSELERASI
Semen Gresik buka ruang dialog - Industri elektronik lakukan efisiensi besar-besaran
- Pabrik Unilever terbesar di Asia mulai beroperasi
- Belanja mesin industri makanan diprediksi naik 20%
- 'Produsen salah kalkulasi kondisi pasar'
Impor bahan baku dan produk baja melambung 124,3%