Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 26/08/2008

Papua & Freeport bangun pabrik semen dan hidropower

JAKARTA: Pemerintah Provinsi Papua tengah menyiapkan dua proyek besar yakni pembangunan pabrik semen berkapasitas 1 juta ton dan pembangkit listrik tenaga air (hidropower) berkapasitas 1.000 megawatt.

Pabrik semen tersebut akan beroperasi dengan menggunakan bahan baku dari limbah penambangan emas dan tembaga dari PT  Freeport Indonesia.

Gubernur Papua Barnabas Suebu mengatakan pabrik semen itu akan didirikan di Timika melalui kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. "Perjanjian kerja sama [nota kesepahaman/MoU] dengan Freeport sudah dibuat. Proyek ini sekarang masih dalam tahap studi kelayakan [feasibility study]," ujarnya seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, kemarin.

Barnabas menjelaskan pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan manajemen PT Freeport Indonesia agar mayoritas saham pabrik tersebut nantinya akan dimiliki Pemprov Papua.

Selain Pemda Papua dan Freeport, pembangunan pabrik semen tersebut nantinya juga akan melibatkan perusahaan swasta lokal dan nasional.  Pengerjaan proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu tiga tahun.

Menurut dia,  Freeport telah mengucurkan modal sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1 triliun, tetapi total modal awal pendirian pabrik hingga saat ini masih dalam perhitungan. "Sisa kebutuhan dananya akan dibiayai melalui pinjaman dari perbankan nasional."

Berdasarkan hasil studi kelayakan, proyek pabrik semen di Timika tersebut mampu memproduksi semen dengan harga yang lebih murah sekitar 30%-50% dibandingkan dengan produk yang ada sekarang.

Sementara itu, untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air (hidropower) berkapasitas 1.000 megawatt, Pemprov Papua sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah investor dari Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Barnabas menjelaskan pembangkit listrik tersebut direncanakan beroperasi dengan memanfaatkan arus dari Sungai Membramo dan Danau Paniai.

Oleh Ratna Ariyanti & Tri D. Pamenan
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%