Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 28/08/2008

Impor produk pertekstilan semester I naik 24,6%

JAKARTA: Sepanjang semester I/2008, impor tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional meningkat 24,6% dari US$2,22 miliar menjadi US$2,76 miliar.

Lonjakan impor terbesar terjadi pada produk serat sekitar 27,6%, benang dan kain 24,2%, dan pakaian jadi 12,7%.

Berdasarkan data Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), total impor TPT nasional pada tahun lalu mencapai US$4,2 miliar.

Menanggapi hal itu, Dirjen Industri Logam, Mesin Tekstil dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari menjelaskan lonjakan impor TPT itu didominasi produk bahan baku yang terlihat dari peningkatan tajam atas importasi serat.

"Pada semester I/2008 saat harga minyak dunia masih tinggi, produsen garmen cenderung mengimpor bahan baku karena industri tekstil hulu menahan produksi," katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, tren tersebut sekarang sudah berubah terutama sejak harga minyak dunia melemah yang saat ini diperdagangkan di kisaran US$115 per barel. Produsen garmen mulai menyerap bahan baku berupa serat dan benang dari dalam negeri.

Ansari menerangkan produsen garmen saat ini mulai menumpuk stok bahan baku guna mengantisipasi lonjakan permintaan saat Lebaran hingga Pemilu 2009. "Peluang lonjakan permintaan TPT di pasar domestik harus dapat dimanfaatkan optimal agar tidak diisi produk impor," lanjutnya.

Secara terpisah, Ketua Umum API Benny Soetrisno menilai lonjakan impor produk pertekstilan sepanjang semester I/ 2008 memang ditujukan guna mengantisipasi peningkatan permintaan di pasar domestik.

Khusus permintaan garmen untuk Pemilu 2009, katanya, diperkirakan mencapai Rp5 triliun. "Menjelang Pemilu, order TPT akan meningkat 30% dibandingkan dengan Pemilu 2004," ujarnya.

Dia mengungkapkan kebutuhan garmen menjelang pemilu banyak didominasi bahan sintetis termasuk filamen dan poliester yang biasa dipakai untuk kaos kampanye dan bahan spanduk. 

Sementara itu, Duta Besar Belgia untuk Indonesia Marc Trenteseau mengatakan pengusaha Belgia tertarik menanamkan modal pada sektor pertekstilan di Jawa Barat.

Rencana investasi itu merupakan bagian dari kerja sama ekonomi dan bisnis Indonesia dan Belanda, yang akan dibahas akhir November. Namun, dia belum dapat mengemukakan nilai investasi itu.

Dia mengatakan akan mengajak 70 pengusaha Belgia dalam misi dagang tiga hari yang akan dilakukan pada November. (k45)

Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%