Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 28/08/2008
AKSELERASI
Impor manufaktur Korsel naik 47,3%
SEOUL: Impor produk manufaktur Korea Selatan (Korsel) pada Juli tahun ini meningkat 47,3% menjadi US$43,04 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Data Kementerian Ekonomi Korea Selatan yang berbasis di Seoul menunjukkan impor produk baja mengalami lonjakan tertinggi dibandingkan dengan produk manufaktur lainnya, yakni naik 80,7% (year-on-year). Nilai impor baja dan logam Korsel pada bulan tersebut tercatat mencapai US$3,01 miliar.
Lonjakan impor produk baja itu terjadi seiring dengan kenaikan kebutuhan di industri elektronik dan otomotif.
Selain baja dan logam, beberapa produk manufaktur lain yang mencatat pertumbuhan impor cukup signifikan adalah elektronik dan elektrikal sebesar US$4,61 miliar atau tumbuh 10%.
Sementara itu, impor produk permesinan senilai US$3,15 miliar atau tumbuh 19%, dan produk kimia sebesar US$2,54 miliar atau naik 21,8%.
Sebaliknya untuk produk tekstil mengalami penurunan impor sekitar 1,4%, menjadi US$471 juta. (Bloomberg/smu)
bisnis.com
Berita Lain
- Industri padat karya kalkulasikan dana pesangon
- PKT gandakan stok urea bersubsidi
- Produk elektronik impor ilegal kuasai pangsa 50%
'Pemerintah harus amankan pasar domestik' - Industri penunjang telematika
mulai terimbas krisis keuangan - Epson ambisi raih ekspor US$3,15 miliar
- Menperin: Perlu terobosan hadapi krisis global
Pasar elektronik kian melemah - AKSELERASI
Penjualan mobil produksi Kanada meningkat tipis - Sejumlah proyek PLTU gunakan besi impor
Industri baja konstruksi kehilangan potensi penjualan - Holding pupuk mulai
efektif tahun depan - Fahmi: Manufaktur 2009 hanya tumbuh 5%
Kinerja industri semen melambat