Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

Kadin: Harga minyak jadi problem serius industri

JAKARTA: Salah satu masalah terbesar yang dihadapi sektor industri dan perekonomian nasional dalam beberapa tahun ke depan adalah pengelolaan risiko terkait dengan harga minyak mentah dan komoditas yang tinggi di tengah lemahnya dukungan infrastruktur.

"Dengan kondisi seperti ini, sinergi dari setiap elemen bangsa-pemerintah dan swasta-untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam sudut pandang yang lebih luas menjadi sangat penting," kata Rachmat Gobel, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan, kemarin.

Dia mengatakan hal itu saat menjelaskan rencana penyelenggaraan rapat kerja nasional (Rakornas) Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan yang akan berlangsung 29-30 Agustus.

Ketersediaan infrastruktur yang memadai, katanya, merupakan faktor yang sangat penting dan elementer yang menjadi pertimbangan utama calon investor sebelum menanamkan modal.

Apabila infrastruktur pendukung seperti kondisi jalan, pasokan energi (listrik dan gas) dan kepelabuhanan tidak segera dibenahi   daya saing industri di dalam negeri semakin sulit ditingkatkan. "Kita juga akan semakin sulit menarik investor baru."

Menurut dia, pemerintah cenderung mengukur kinerja perekonomian dari sisi makroekonomi.

Padahal, kemajuan perekonomian tidak cukup dilihat hanya dari angka-angka pertumbuhan, tetapi juga harus lebih dalam lagi yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat de ngan memperluas lapangan kerja.

"Dalam hal ini, industri manufaktur dan sektor kelautan memiliki peran yang strategis untuk menyerap tenaga kerja sekaligus mengurangi pengangguran dan kemiskinan."

Terkait dengan penyelenggaraan Rakornas  pada 29-30 Agustus, Rachmat menjelaskan forum tersebut akan membahas prospek perekonomian dan arah kebijakan yang perlu diambil pemerintah dalam menghadapi tantangan yang kian berat akibat lonjakan harga minyak dunia dan lemahnya infrastruktur.

Oleh Chamdan Purwoko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%