Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

PAL selesaikan order Dephan

SURABAYA: PT PAL Indonesia (Persero) segera menyelesaikan produksi kapal perang jenis landing platform dock (LPD) W-239 pesanan Departemen Pertahanan senilai US$15,8 juta.

Kapal tersebut merupakan bagian dari order pemesanan dua unit kapal serupa yang diperoleh BUMN tersebut melalui Daewoo International Corporation, Korsel berdasarkan kontrak pada 28 Maret 2005.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Harsusanto menjelaskan  pengerjaan kapal LPD pesanan Dephan itu sekarang telah mencapai 80% dan dijadwalkan rampung pada Desember tahun ini.

Kapal tersebut dirancang untuk dapat dipasangi senjata kaliber 100 mm dan dilengkapi ruang untuk sistem kendali senjata (fire control system).

Kapal LPD juga didesain memiliki kemampuan landing craft carrier (class landing craft unit untuk pendaratan troop/pasukan), operasi ampibi, tank carrier (combat vehicle 22 unit dan tactical vehicle 13 unit, dan dilengkapi fasilitas pendaratan 5 unit helikopter.

"Dengan kemampuan produksi yang semakin tinggi kami mendukung kemandirian pengadaan alutsista TNI dan mengurangi sebanyak mungkin ketergantungan terhadap produk impor. Kami bahkan siap memulai pembuatan korvet," ujarnya saat peluncuran kapal LPD W-239, kemarin.

Dalam kontrak dengan Daewoo, Departemen Pertahanan memesan empat unit kapal LPD untuk memperkuat armada yang dibutuhkan TNI Angkatan Laut. Dua unit telah dirampungkan pengerjaannya di galangan milik Daewoo di Korea Selatan dan telah diserahkan kepada Dephan, sedangkan dua unit lainnya lagi diproduksi oleh PAL. 

Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan, Marsekal Muda TNI Eris Herryanto, berharap PAL dapat merampungkan pembuatan kapal LPD sesuai dengan jadwal.

Ketepatan waktu produksi, katanya, merupakan salah satu faktor penting untuk dapat bersaing dengan perusahaan asing. (k22)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%