Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 30/08/2008

Honda targetkan ekspor komponen US$470 juta

KARAWANG: PT Honda Precision Parts Manufacturing (HPPM) memproyeksikan ekspor komponen otomotifnya pada tahun depan mencapai US$470 juta.

Presiden Direktur PT HPPM Norio Tezuka mengungkapkan sejak beroperasi pada September 2003 hinggga Maret tahun ini, nilai penjualan perusahaan mencapai US$1,9 miliar.

Produsen transmisi otomatik mobil ini mengekspor sekitar 95% hasil produksinya ke 14 negara, a.l. Brasil, India, Pakistan, Turki, Filipina, Malaysia, Thailand, Meksiko, Inggris, Vietnam, dan Taiwan. Transmisi otomatik yang diekspor sebanyak 950.000 unit.

Dengan kapasitas  produksi 375.000 unit setahun, HPPM menjadi pabrik transmisi otomatik Honda terbesar ketiga di dunia setelah Jepang dan AS.

Perusahaan ini juga memproduksi katup mesin (engine valve) dengan kapasitas produksi 7,5 juta batang per tahun, 4 WD sebanyak 161.000 unit per tahun, dan primary driven gear untuk sepeda motor Honda sebanyak 1,87 juta unit per tahun.

"Indonesia menjadi negara yang memiliki nilai kompetitif yang sangat diperhitungkan," kata Tezuka di sela-sela Peluncuran Unit Transmisi Otomatik ke-1 juta, kemarin.

Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi menilai realisasi produksi 1 juta unit dalam waktu lima tahun ini merupakan pencapaian yang baik.

Dia berharap perusahaan yang mempekerjakan 1.800 orang ini mampu mempercepat peningkatan produksi sebanyak 2 juta unit dalam tiga tahun mendatang.

Direktur PT HPPM Takanori Maruyama mengungkapkan belum berencana meningkatkan kapasitas produksi dalam waktu dekat karena sangat bergantung pada permintaan pasar.

Perusahaan penanaman modal asing ini melibatkan 16 pemasok lokal yang memenuhi 60% kebutuhan bahan baku dan suku cadang untuk produksi transmisi otomatik, dan 40% sisanya masih berasal dari luar negeri, seperti Jepang, Thailand, dan Vietnam.

Direktur Penjualan dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy mengatakan pihaknya mendapatkan alokasi sekitar 5% dari 375.000 unit transmisi otomatik buatan HPPM.

Di perusahaannya, komponen itu digunakan pada Honda CRV dan Jazz. Di luar negeri, transmisi otomatik buatan HPPM dipakai untuk model mobil Honda yang lebih banyak, termasuk Civic dan Accord.

"Kalau penjualan kami naik, tentu permintaan kami juga akan lebih besar."

Budi menambahkan transmisi otomatik merupakan komponen yang memiliki tingkat presisi tinggi. Keputusan Honda membangun pabrik transmisi ketiga terbesar dunia di Indonesia merupakan bentuk kepercayaan terhadap kemampuan sumber daya manusia dan iklim investasi yang dimiliki di negeri ini.

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%