Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 30/08/2008
Industri padat karya memprihatinkan
JAKARTA: Kinerja di sektor industri padat karya sampai dengan kuartal III/2008 kian memprihatinkan, yang tercermin dari banyaknya perusahaan yang menutup usaha atau setidaknya mengurangi jumlah karyawan.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat, selama Januari-April 2008 sebanyak 47 perusahaan telah merumahkan 1.417 pekerja. Kombinasi faktor eksternal dan internal menjadi penyebab utama kemerosotan kinerja sektor ini sejak krisis moneter (krismon) yang dialami Indonesia dari 1998.
Penurunan pertumbuhan industri pada kuartal II/2008 menjadi 4,2% salah satunya disebabkan oleh krisis listrik pada akhir Mei yang menyebabkan perusahaan manufaktur terpaksa mengalihkan jam kerja ke Sabtu-Minggu.
"Industri yang tergolong sunset industry belum selesai menderita akibat dampak kenaikan harga BBM Mei lalu. Kemudian ditambah kondisi ekonomi makro yang tidak pasti. Kondisi itu diperparah dengan byar pet listrik yang makin membuat industri terseok-seok," kata Ketua Umum Kadin Indonesia M.S. Hidayat, saat dikonfirmasi Bisnis, kemarin.
Menurut dia, sebelum pengumuman kenaikan BBM pada Mei 2008, hampir semua kinerja industri nonmigas yang tergolong sunset industry memburuk dibandingkan dengan akhir 2007. Setelah kenaikan harga BBM, sektor ini semakin terpukul.
Sunset industry merupakan fenomena yang ditandai dengan penurunan pangsa subsektor industri dibandingkan dengan rata-rata seluruh industri dan memiliki pertumbuhan di bawah rata-rata industri.
Penurunan pertumbuhan industri terendah, lanjut dia, terjadi di tiga sektor manufaktur hingga kuartal I/2008.
Industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki tumbuh minus 7,1% atau memburuk dibandingkan dengan tahun lalu, minus 3,68%. Industri barang kayu dan hasil hutan tumbuh minus 0,06%.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Industri padat karya kalkulasikan dana pesangon
- PKT gandakan stok urea bersubsidi
- Produk elektronik impor ilegal kuasai pangsa 50%
'Pemerintah harus amankan pasar domestik' - Industri penunjang telematika
mulai terimbas krisis keuangan - Epson ambisi raih ekspor US$3,15 miliar
- Menperin: Perlu terobosan hadapi krisis global
Pasar elektronik kian melemah - AKSELERASI
Penjualan mobil produksi Kanada meningkat tipis - Sejumlah proyek PLTU gunakan besi impor
Industri baja konstruksi kehilangan potensi penjualan - Holding pupuk mulai
efektif tahun depan - Fahmi: Manufaktur 2009 hanya tumbuh 5%
Kinerja industri semen melambat