Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Pasar elektronik nasional diprediksi meroket 50%

JAKARTA: Pasar elektronik nasional menjelang Lebaran diprediksi tumbuh 50% dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya dengan volume setara 1,1 juta unit.

Bahkan, permintaan lemari es diperkirakan mencapai level tertinggi pada tahun ini.

Sekjen Electronic Marketers Club (EMC) Handojo Soetanto menjelaskan permintaan lemari es pada bulan puasa tahun ini mulai meningkat dan diperkirakan mencapai 50%.

"Sayangnya, kapasitas pabrik lemari es di dalam negeri tidak mampu menggenjot produksi hingga 50%," paparnya, kemarin.

Menurut dia, industri elektronik nasional hanya mampu meningkatkan kapasitas produksi lemari es sekitar 20%. Sisa permintaan akan dipenuhi pada November dan Desember.

Sementara itu, untuk produk elektronik rumah tangga (home appliances) seperti magic jar (pemanas makanan), lanjut dia, akan naik sekitar 30% - 40%. "Sementara demand produk mesin cuci akan meningkat 10%-20%," katanya.

Direktur Industri Elektronik Departemen Perindustrian Abdul Wahid menjelaskan pemerintah memperkirakan pasar elektronik menjelang Lebaran tahun ini akan meningkat 10% hingga 15%.

Peningkatan itu didominasi lemari es, pendingin ruangan (air conditioner/AC), dan televisi. "Tren tiap tahun memang seperti itu," ujarnya.

Direktur Pemasaran PT Samsung Electronic Indonesia (SEIN) Stefanus Indrayana mengatakan menjelang Lebaran daya beli konsumen akan meningkat seiring dengan pemberian bonus tunjangan hari raya (THR).

Penjualan kulkas dan mesin cuci Samsung, ujarnya, diprediksi naik 20%-25% dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Untuk televisi kenaikan penjualannya diprediksi hanya 10%-15%. "Masyarakat sudah banyak yang memiliki produk ini sehingga kenaikannya tidak sekecencang produk lain," katanya.

Seiring dengan adanya peningkatan konsumsi menjelang Lebaran, Samsung sudah mengantisipasi keadaan tersebut sekitar 2 bulan sebelumnya dengan menaikkan target (forecast) penjualan.

"Produksi pabrik pun sudah kami tingkatkan sekitar 20% karena konsumsi produk elektronik diperkirakan terus berlanjut hingga Oktober. Setelah itu, akan ada koreksi tipis."

Berdasarkan data EMC, sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan produk elektronik di dalam negeri melonjak 41,5%, dari 5,3 juta unit pada periode sama 2007 menjadi 7,5 juta unit.

Dari total volume penjualan tersebut dihasilkan nilai omzet sekitar Rp10 triliun, atau tumbuh 22% terhadap total omzet pada periode sama 2007.

Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%