Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 04/09/2008
Kaltim Parna siap negosiasi harga amonia dengan Orica
JAKARTA: PT Kaltim Parna Industri siap bernegosiasi dengan Orica Pty Ltd-produsen bahan peledak (ammonium nitrat) asal Australia-terkait dengan pasokan bahan baku amonia untuk pabrik baru yang akan dibangun di Kawasan Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur.
Detrius Sinaga, Direktur PT Parna Raya-anggota konsorsium pemegang saham di KPI-mengatakan KPI siap membuka ruang negosiasi agar kedua pihak mendapatkan harga keekonomian guna mendukung kelangsungan pasokan bahan baku bagi pabrik baru tersebut.
Di KIE Bontang, kata dia, KPI merupakan salah satu produsen amonia yang cukup besar selain PT Kaltim Pacific Ammonia (KPA) dan PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk (PKT).
"Mungkin mereka sudah bisik-bisik [akan bernegosiasi dengan KPI]. Namun, sampai saat ini belum ada pembicaraan resmi dengan kami," kata Detrius ketika dikonfirmasi Bisnis, kemarin.
Antung Pandoyo, Dirut PT Kaltim Nitrate Indonesia-perusahaan afiliasi Orica-menjelaskan untuk memproduksi 300.000 ton bahan baku bahan peledak, perseroan membutuhkan pasokan amonia sedikitnya 150.000 ton per tahun.
Pasokan amonia tersebut, lanjutnya, akan diperoleh dari dua perusahaan yakni KPI dan KPA. Kedua perusahaan tersebut sebagian besar sahamnya dimiliki Mitsubishi Co (55% di KPI) dan Mitsui (55% di KPA).
"Kami masih belum bisa menjelaskan rinciannya terkait dengan berapa harga dan volume amonia yang akan kami peroleh dari kedua perusahaan itu, karena negosiasi masih akan dilanjutkan ke tingkat pemegang saham," kata Antung, belum lama ini.
Detrius mengungkapkan harga amonia di pasar domestik relatif stabil kendati terjadi penurunan harga minyak mentah, yakni di kisaran US$700 per ton.
Dia memperkirakan sampai akhir tahun harga amonia akan tetap stabil apabila tidak ada lagi gejolak harga minyak mentah dunia.
Saat ini, lanjutnya, total kapasitas produksi amonia di PT KPI mencapai 500.000 ton per tahun, sementara total produksi amonia di KIE Bontang mencapai di atas 2,5 juta ton per tahun.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Industri padat karya kalkulasikan dana pesangon
- PKT gandakan stok urea bersubsidi
- Produk elektronik impor ilegal kuasai pangsa 50%
'Pemerintah harus amankan pasar domestik' - Industri penunjang telematika
mulai terimbas krisis keuangan - Epson ambisi raih ekspor US$3,15 miliar
- Menperin: Perlu terobosan hadapi krisis global
Pasar elektronik kian melemah - AKSELERASI
Penjualan mobil produksi Kanada meningkat tipis - Sejumlah proyek PLTU gunakan besi impor
Industri baja konstruksi kehilangan potensi penjualan - Holding pupuk mulai
efektif tahun depan - Fahmi: Manufaktur 2009 hanya tumbuh 5%
Kinerja industri semen melambat