Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Ispat Indo bangun pabrik baja hulu secara independen

JAKARTA: PT Ispat Indonesia (Ispat Indo)-perusahaan baja milik Lakshmi berencana akan membangun pabrik hulu baja senilai US$600 juta secara independen.

Dengan independensi itu Ispat Indo tak perlu meminta persetujuan ArcelorMittal (perusahaan baja terbesar di dunia milik Mittal) dalam investasinya.

Managing Director Ispat Indo Mr. Banka kepada Bisnis menjelaskan Ispat Indo dan ArcelorMittal adalah dua perusahaan yang saling berdiri sendiri. Banka juga menolak dikatakan bahwa Ispat Indo adalah perusahaan afiliasi Mittal.

"Tidak ada klausul bahwa Ispat Indo meminta persetujuan ArcelorMittal dalam investasinya kendati Ispat Indo adalah perusahaan milik Lakshmi Mittal. Kami akan membangun pabrik itu secara independen," katanya, kemarin.

Seorang pejabat di pemerintahan yang mengetahui rencana itu sebelumnya mengungkapkan Ispat Indo hampir pasti merealisasikan pembangunan pabrik baja hulu yang terintegrasi hingga ke sektor baja antara dengan tambahan investasi untuk beberapa pembangkit listrik (power plant).

"Kalau Ispat Indo sudah merencanakan investasi, itu berarti sudah disetujui ArcelorMittal karena Ispat adalah perusahaan afiliasi mereka," kata pejabat itu. (Bisnis, 27 Augustus 2008)

Namun, menurut Banka, Ispat Indo merupakan perusahaan keluarga dan merupakan entitas yang terpisah secara keseluruhan dari ArcelorMittal. "Maka dari itu, ArcelorMittal tidak memiliki pengaruh dalam rencana investasi Ispat Indo."

Terkait dengan rencana Ispat Indo berinvestasi di sektor hulu baja, lanjut dia, perseroan saat ini belum memutuskan lokasi yang dianggap memenuhi kriteria dari sisi keekonomian sebagai tempat untuk membangun pabrik baru.

"Sejumlah lahan kosong di Lampung dan Banten mulai diinventarisasi untuk dievaluasi. Namun, kami belum memutuskan," katanya.

Lokasi di kedua provinsi tersebut, ujarnya, cukup strategis dari sisi pemasaran. Terlebih lagi, Pemprov Lampung dan Banten berencana membangun pelabuhan internasional yang akan memudahkan aktivitas ekspor impor.

Saat ini Ispat Indo masih mematangkan rencana proyek tersebut dan mematangkan skala keekonomiannya. Apabila kajian produksi dan komersial sesuai dengan skala keekonomian, lanjutnya, Ispat Indo segera merealisasikan investasi tersebut.

Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%