Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

AKSELERASI
Kinerja industri rokok Thailand turun tajam

BANGKOK: Pertumbuhan produksi industri rokok dan tembakau di Thailand pada Juli tahun ini mengalami penurunan yang cukup tajam, yakni sebesar 36,2% dibandingkan dengan periode yang sama 2007.

Penurunan pertumbuhan tersebut merupakan level tertinggi dibandingkan dengan sub sektor manufaktur lainnya. Selain industri rokok dan tembakau, koreksi pertumbuhan juga terjadi pada industri tekstil, alas kaki dan produk kimia, masingmasing yakni 3,2%, 9,4% dan 4,7%.

Data Bank Sentral Thailand di Bangkok menunjukkan industri kerajinan kulit membukukan pertumbuhan produksi tertinggi yakni sebesar 59,6% secara year-onyear (y-o-y).

Peningkatan produksi juga terjadi pada industri elektronik sekitar 28%, disusul industri kendaraan bermotor dan perlengkapannya 16,9% dan makanan sebesar 15,9%. (BLOOMBERG/SMU)

bisnis.com

Berita Lain

  • RI berpeluang raup investasi China US$1,3 miliar
  • Utilisasi industri pulp & kertas hanya 54%
  • TRANSMISI
    Darya Varia naikkan penjualan 50%
  • Pasar alat berat 2009 diprediksi anjlok 40%