Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 30/09/2008
Intikeramik raih kontrak ekspor US$880.000
JAKARTA: PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk, produsen keramik porselen nasional, memperoleh kontrak ekspor ke Emaar Corporation perusahaan properti Dubai sebesar 75.000 meter persegi dengan nilai US$880.000 pada tahun ini.
Intikeramik yang merupakan perusahaan porselen merek Essenza tersebut akan memasok ke Burj Dubai, proyek properti milik Emaar Company. Saat ini perseroan sedang bernegosiasi untuk menambah pasokan sekitar 35.000 m2 ke Emaar pada kuartal IV/2008.
"Pada 2009, perseroan menargetkan dapat memasok keramik Essenza ke Dubai sebanyak 150.000 m2," kata Direktur Intikeramik Budi Djunaedy, baru-baru ini.
Dia menyatakan perseroan membidik pasar di Uni Emirat Arab karena proyek properti di kawasan ini tumbuh pesat. Sektor konstruksi dan properti di Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab memiliki nilai investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lainnya di dunia.
Sejauh ini, lanjutnya, permintaan keramik porselen dari Dubai kepada Intikeramik masih berdasarkan proyek-proyek tertentu. "Namun ke depan, kami menargetkan kawasan Uni Emirat Arab menjadi salah satu konsumen utama produk Essenza," ujarnya.
Konsumen di kawasan Timur Tengah, selama ini memang belum menjadi konsumen tetap perseroan karena mayoritas konsumennya melakukan pemesanan berdasarkan proyek. Namun, perseroan akan terus berupaya untuk membangun citra di kawasan ini untuk memperbesar pasar.
Corporate Secretary Intikeramik Kurniadi memaparkan tahun ini, berdasarkan negara, konsumen tetap produk Essenza yang terbesar berasal dari Korea Selatan, yaitu 400.000 m2.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Wapres: Jangan ragu bangun pabrik semen
- 'Harga gas yang wajar US$6 per juta Btu'
- Industri baja diusulkan dapat insentif pajak
- Industri keramik setop 20% lini produksi
- Insentif PPN industri
manufaktur dibatasi