Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 04/10/2008
Indoeskrim tanam US$20 juta tingkatkan utilisasi
JAKARTA: PT Indoeskrim, produsen es krim dalam negeri, akan memacu pemanfaatan kapasitas terpasang hingga 100% dengan menambah investasi US$20 juta.
Dengan penambahan modal kerja tersebut, produksi Indoeskrim diproyeksikan mencapai 20 juta liter per tahun pada 2009. Saat ini, utilisasi perseroan baru mencapai 75% atau setara 15 juta liter per tahun.
Direktur PT Indoeskrim Irsan Yazid mengakui perseroan memang sedang berencana menaikkan utilisasi kapasitas produksi untuk merespons kenaikan konsumsi es krim nasional antara 10%-20% pada tahun depan. Saat ini, lanjutnya pihaknya menyiapkan studi kelayakan untuk rencana ini.
"Keputusan ini akan ditentukan Oktober, apakah proses peningkatan ini dilakukan pada akhir tahun ini atau awal 2009," ujarnya, belum lama ini.
Manajer Komunikasi Pemasaran PT Indoeskrim Cahyo Irianto menambahkan peningkatan utilisasi kapasitas produksi ini memerlukan peralatan pendukung sehingga membutuhkan dana tambahan yang relatif besar.
Suntikan dana baru tersebut, jelasnya, nanti dialokasikan untuk pengadaan mesin, peralatan, sejumlah barang modal baru, dan biaya instalasi.
Investasi terbesar akan terserap untuk pengadaan mesin pendingin. "Investasinya bisa mencapai 60% dari seluruh dana yang tersedia," katanya.
Upaya perseroan meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi terpasang ini, lanjutnya, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan es krim yang diprediksi terjadi pada 2009. Total konsumsi es krim nasional sekitar 110 juta liter -120 juta liter per tahun.
Pasar nasional
Dia memperkirakan pada tahun ini peningkatan pasar es krim nasional mencapai 30% atau setara dengan 120 juta liter per tahun. Apabila permintaan es krim pada tahun depan mencapai 144 juta liter per tahun, Indoeskrim berambisi dapat mempertahankan pangsa pasar domestik sekitar 15%.
"Untuk meningkatkan penjualan, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi, selain strategi pemasaran yang baik," ujar Cahyo.
Irsan menambahkan perseroan sedang dilanda permasalahan baru terkait dengan isu terkontaminasinya produk Indoeskrim Meiji Gold Monas dengan bahan baku susu impor China bermelamin yang membahayakan kesehatan konsumen.
Namun, dia menegaskan pihaknya sudah tidak mengedarkan jenis produk tersebut sejak 2000.
"Isu negatif ini tidak membuat kami lantas kehilangan kempatan berekspansi. Kami melihat potensi pasar Indonesia masih sangat besar. Terkait dengan produk melamin ini, kami sedang berupaya menjelaskan kepada konsumen bahwa produk kami tetap aman dikonsumsi."
Sebelumnya, salah satu produk PT Indoeskrim yang diimpor dari China, yakni Indoeskrim Gold Monas oleh Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) disebut sebagai salah satu produk yang mengandung susu bermelamin.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Wapres: Jangan ragu bangun pabrik semen
- 'Harga gas yang wajar US$6 per juta Btu'
- Industri baja diusulkan dapat insentif pajak
- Industri keramik setop 20% lini produksi
- Insentif PPN industri
manufaktur dibatasi