Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 06/10/2008
Inka kantongi pesanan kereta api senilai Rp1 triliun
JAKARTA: PT Industri Kereta Api (Inka) berhasil meraup kontrak pembuatan dan perbaikan total kereta dari dalam negeri senilai lebih dari Rp1 triliun selama tahun ini.
Direktur Utama Inka Roos Diatmoko mengatakan kontrak itu diperoleh dari pesanan pembangunan kereta dari Departemen Perhubungan dan PT Kereta Api (KA) melalui skema tahun jamak atau multiyear.
"Nilai kontrak sudah menembus Rp1 triliun pada tahun ini. Ini cukup besar setelah dua tahun sebelumnya sulit mendapatkan pesanan," katanya, belum lama ini.
Dia memaparkan kontrak itu berasal dari pembangunan 86 kereta baru pesanan Departemen Perhubungan yang terdiri atas 25 kereta ekonomi, satu set kereta eksekutif dan 20 kereta Komunitas atau Sapujagat.
Selain itu, pemerintah juga memesan sedikitnya 20 gerbong KA Komunitas. KA tersebut merupakan pengganti dari KA Sapujagat yang biasa digunakan untuk angkutan Lebaran, terutama untuk penumpang kelas ekonomi.
"Pesanan Departemen Perhubungan umumnya merupakan KA ekonomi yang akan digunakan untuk angkutan Lebaran."
Inka juga mengerjakan pembuatan 221 kereta dan gerbong baru yang dipesan oleh PT KA dengan nilai kontrak pengerjaan diperkirakan mencapai Rp320 miliar. Pesanan PT KA itu mencakup pengadaan 39 unit kereta api baru tipe Argo dan penyehatan 182 unit kereta lama.
Roos menyatakan penyelesaian kontrak pembangunan dan perbaikan kereta dengan nilai Rp1 triliun ini akan dilakukan dengan menggunakan skala prioritas karena keterbatasan bahan baku.
PT Inka, sambungnya, akan memprioritaskan pengerjaan kontrak pembangunan kereta senilai Rp548 miliar terutama KA kelas ekonomi pesanan Departemen Perhubungan dan KA Argo pesanan PT KA.
Roos mengungkapkan saat ini Inka masih terkendala pasokan bahan baku yang didatangkan dari PT Krakatau Steel. "Apalagi tren ke depan harga besi baja dari tahun ke tahun akan terus naik."
Revisi target
Dia menuturkan besarnya nilai pesanan kereta ke Inka yang berdiri sejak 1981 ini membuat pihaknya merevisi target pendapatan dari Rp400 miliar menjadi Rp500 miliar pada tahun ini. Tahun lalu, Inka mencatat pendapatan sebesar Rp371 miliar.
Inka menurunkan akumulasi kerugian pada 2009 menjadi Rp0 sebagai konsekuensi peningkatan pesanan.
Roos mengungkapkan selama kurun waktu tiga tahun Inka pernah tidak mendapatkan pesanan pengadaan kereta sehingga menimbulkan akumulasi kerugian dengan total Rp80 miliar. Pada tahun ini, beban kerugian yang masih ditanggung perusahaan masih sebesar Rp50 miliar.
Untuk mendukung pengerjaan kereta milik PT KA, Inka telah mendapat pinjaman dari BRI senilai Rp300 miliar dan Rp100 miliar dari Bank Mandiri untuk pengerjaan pengadaan kereta dari Dephub. Selain itu, BUMN ini mendapat kucuran dana restrukturisasi dari pemerintah sebesar Rp180 miliar.
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Wapres: Jangan ragu bangun pabrik semen
- 'Harga gas yang wajar US$6 per juta Btu'
- Industri baja diusulkan dapat insentif pajak
- Industri keramik setop 20% lini produksi
- Insentif PPN industri
manufaktur dibatasi