Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Investasi industri aneka naik tipis
JAKARTA: Investasi yang dikucurkan di industri aneka sepanjang Januari-September hanya US$150 juta atau naik tipis sekitar 3,45% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kecilnya minat investor domestik (PMDN) dan asing (PMA) menambah investasi di industri aneka menyebabkan laju pertumbuhan kelompok industri padat karya ini nyaris stagnan dibandingkan dengan periode yang sama 2007. Departemen Perindustrian bahkan memperkirakan pertumbuhan industri aneka sepanjang tahun ini masih akan tumbuh negatif yakni -3%.
Sektor aneka merupakan kelompok industri manufaktur paling hilir dengan skala investasi relatif moderat, tetapi cukup banyak menyerap tenaga kerja, seperti alas kaki, mainan, olahraga, alat musik, hingga perhiasan.
Direktur Industri Aneka Departemen Perindustrian (Depperin) Budi Irmawan mengatakan penambahan investasi di industri aneka tidak akan pernah sekencang industri padat modal.
Adanya tambahan investasi di industri ini semata-mata disebabkan oleh masih positifnya permintaan dari pasar domestik, harga bahan baku, dan upah buruh yang dinilai industriawan cukup kompetitif.
Dia mengungkapkan hingga September 2008 tercatat ada 29 investasi PMA baru dan satu penanaman modal dalam negeri (PMDN). Investasi baru ini didominasi oleh beberapa sektor industi manufaktur seperti industri barang jadi kulit, alas kaki, perhiasan, alat musik, dan mainan.
"Dari data ini, sebanyak 30 perusahaan baru telah mengantongi izin prinsip dari BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] dengan total investasi sekitar US$150 juta," ungkapnya, belum lama ini.
Dari total investasi baru itu, jumlah terbesar datang dari industri alas kaki di subsektor sepatu olahraga senilai US$53,5 juta. Dari nilai investasi ini menyebabkan total kapasitas produksi bertambah jadi 14,4 juta pasang per tahun.
Di industri alat musik, tambahnya, juga terjadi penambahan investasi baru senilai US$31,8 juta dengan total kapasitas menjadi 150.000 unit per tahun.
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Industri padat karya kalkulasikan dana pesangon
- PKT gandakan stok urea bersubsidi
- Produk elektronik impor ilegal kuasai pangsa 50%
'Pemerintah harus amankan pasar domestik' - Industri penunjang telematika
mulai terimbas krisis keuangan - Epson ambisi raih ekspor US$3,15 miliar
- Menperin: Perlu terobosan hadapi krisis global
Pasar elektronik kian melemah - AKSELERASI
Penjualan mobil produksi Kanada meningkat tipis - Sejumlah proyek PLTU gunakan besi impor
Industri baja konstruksi kehilangan potensi penjualan - Holding pupuk mulai
efektif tahun depan - Fahmi: Manufaktur 2009 hanya tumbuh 5%
Kinerja industri semen melambat