Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Manufaktur


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

25 Perusahaan sepatu tanam modal US$170 juta

JAKARTA: Sedikitnya 25 perusahaan sepatu dan komponennya merealisasikan investasi senilai US$170 juta (sekitar Rp1,6 triliun) selama semester I/2008.

Dari jumlah itu, 21 perusahaan di antaranya merupakan penanaman modal asing (PMA) yang didominasi investor China dan Korea Selatan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah Departemen Perindustrian, investasi baru di industri alas kaki nasional yang berjumlah 25 perusahaan itu menyerap total tenaga kerja 47.364 orang.

Dari jumlah itu, 10 perusahaan di antaranya melakukan perluasan usaha dengan menambah lini produksi. Dengan nilai investasi ke-25 perusahaan tersebut, total kapasitas terpasang perusahaan sepatu nasional mencapai 286,5 juta pasang.

PT Sepatu Bata Tbk melakukan relokasi produksi dari Jakarta ke Purwakarta dengan investasi tambahan sekitar US$5,2 juta. PT Nikomas Gemilang yang berlokasi di Serang berekspansi US$35 juta untuk menambah kapasitas produksi menjadi enam juta pasang per tahun.

Perusahaan Korsel PT Parkland World Indonesia berencana membangun pabrik sepatu olahraga berkapasitas 6 juta pasang di Serang, Banten. Investasi yang akan ditanamkan investor asing itu diperkirakan mencapai US$51,9 juta.

Masih kondusif

Direktur Industri Aneka Depperin Budi Irmawan menjelaskan investasi sepatu asing yang masuk ke dalam negeri itu disebabkan iklim usaha di Indonesia masih cukup kondusif. Selain itu, upah buruh di Indonesia masih kompetitif dibandingkan dengan negara kompetitor seperti China dan Vietnam.

"Satu hal yang sangat diperhatikan investor asing adalah Indonesia berlimpah bahan baku kulit yang berkualitas tinggi," paparnya, belum lama ini.

Menurut dia, dari 25 investasi itu, 12 perusahaan mengalokasikan seluruh produksinya untuk ekspor. Namun, menyusul memburuknya krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), investasi baru itu diperkirakan siap menggarap pasar ekspor baru seperti Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika Selatan.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menambahkan dengan adanya investasi 25 perusahaan tersebut, Aprisindo tetap optimistis target pertumbuhan ekspor sepatu pada 2008 sebesar 20% bisa tercapai. Pada tahun ini Aprisindo menargetkan ekspor alas kaki menjadi US$1,9 miliar,  dari tahun sebelumnya US$1,6 miliar."Indonesia menempati peringkat keempat dalam produksi sepatu setelah China, Vietnam, dan India. Jadi masih ada potensi besar dalam industri sepatu nasional."

Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain