Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 17/05/2008

Pembayaran busway terancam gunakan tarif lelang

JAKARTA: Pemprov DKI mengancam akan membayarkan tarif berdasarkan lelang per kilometer pada operator busway mulai Juni 2008, jika hasil negosiasi ulang perhitungan tarif busway per kilometer belum tercapai hingga akhir Mei 2008.

Berdasarkan hasil lelang Desember 2007, tarif per kilometer busway TransJakarta berkisar Rp9.371 hingga Rp9.536 per kilometer, sedangkan tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp12.885 per kilometer.

Dengan penetapan tarif perkilometer berdasarkan lelang tersebut, Pemprov DKI bisa menghemat dana sekitar Rp3500 per kilometer, atau senilai Rp130 miliar per tahun.

Tarif tersebut akan diberlakukan untuk busway TransJakarta koridor IV(Pulogadung-Dukuh Atas),V (Kampung Melayu-Ancol), VI (Ragunan-Kuningan),dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu)

Selain itu, subsidi pemerintah pada tarif karcis bisa ditekan hingga Rp4.000 per lembar dari biaya produksi Rp7.500, sedangkan selama ini, subsidi busway oleh pemerintah Rp8.000 per karcis dari harga jual Rp3.500 per karcis. Hal ini untuk menutupi biaya produksi Rp10.500.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan keputusan menggunakan tarif lelang tersebut karena sudah memasuki batas waktu negosiasi akhir Mei. "Saya sudah instruksikan Dinas Perhubungan untuk mempercepat proses negosiasi akhir bulan ini. Jika tidak, konsekuensinya mereka harus mau dibayar dengan tarif sesuai dengan lelang," ujar Prijanto di Jakarta kemarin.

Namun, dia menegaskan hingga Mei ini tarif masih akan dibayarkan sesuai tarif existing, dan kelebihannya akan dibayarkan sesuai dengan hasil negosiasi nantinya.

Negosiasi alot


Kepala Badan Layanan Umum Drajat Adhyaksa mengatakan sampai saat ini hasil negosiasi masih berjalan alot antara Pemprov DKI dan operator busway. "Negosiasi masih berjalan karena masing-masing pihak masih beradu argumen," ujar Drajat pada Bisnis kemarin.

Menurut dia, berdasarkan pengkajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang ikut dalam penghitungan tarif negosiasi itu, tarif ideal rupiah kilometer untuk bis single Rp9.500 hingga Rp10.000, sedangkan untuk bis gandeng berkisar Rp15.000 dari tarif lelang sebesar Rp16.661. untuk tarif yang diajukan operator berkisar Rp28.000/kilometer.

"Perhitungan ini hanya untuk koridor IV,V,VI, dan VII, sedangkan untuk koridor lainnya belum dibahas, dan baru akan dinegosiasikan selanjutnya," tambahnya.

Prijanto sendiri mengatakan bis gandeng akan segera dioperasikan dengan tarif sesuai dengan lelang, sebelum tarif hasil negosiasi disepakati. (mia.chitra@bisnis. co.id)

Oleh Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Dispenda akan tertibkan pajak reklame dalam mal
  • Omzet bisnis hiburan akan turun 40% selama puasa
  • DKI segera perbaiki regulasi investasi
  • Perpres Jabodetabekpunjur akhirnya terbit