Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 17/05/2008

'Penerbitan buku baru masih rendah'

JAKARTA: Penerbitan buku baru di Indonesia baru mencapai 12.000 judul per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Laos dan India yang mencapai 80.000 judul per tahun.

Hikmat Kurnia, Ketua Panitia Peringatan Hari Buku Nasional sekaligus Ketua Bidang Pengembangan Minat Baca Ikapi Jakarta, mengemukakan rendahnya produktivitas penerbitan judul baru itu dipicu rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

"Berdasarkan data yang kami peroleh, minat baca warga Indonesia berada pada urutan 96 se-Asia, lebih rendah dari Laos dan India," katanya kepada Bisnis disela-sela aksi simpatik peringatan Hari Buku Nasional yang jatuh pada 17 Mei, di Jakarta kemarin.

Setiap buku yang diterbitkan rata-rata dicetak sebanyak 3.000 eksemplar per judul. Dalam setahun hanya akan ada 36 juta buku baru yang beredar di Indonesia. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, kata Hikmat, satu buku buku baru diperebutkan oleh tujuh orang.

"Asumsinya seperti itu, peluang penerbitan buku baru di Indonesia masih terbuka jika minat bacanya sudah meningkat," katanya.

Aksi itu diikuti 400 penerbit, penulis, editor, dan pustakawan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Mereka mengampanyekan minat baca kepada setiap pengendara yang melewati jalur itu.

Aksi yang digelar Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta bersama Perpustakaan Umum Daerah (Perpumda) DKI Jaya itu akan membagikan 2.000 buku dan alat tulis serta stiker untuk meningkatkan minat baca.

Menurut dia, kampanye peningkatan minat baca harus dilakukan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok warga yang kurang beruntung.

Pendistribusian buku di Indonesia juga tidak merata. Toko buku yang lengkap hanya bisa ditemui di kota-kota besar, sedangkan di desa sulit ditemui penjual buku.

Panitia juga membagikan 450 judul buku sumbangan dari berbagai penerbit untuk 20 taman bacaan binaan Perpumda DKI Jaya. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Tarif efektif pajak kendaraan
  • SEPUTAR KOTA
    Pemprov-MER-C kerja sama relawan
  • SEPUTAR KOTA
    Pedagang minta ketegasan Perda Pasar
  • Kadin Jaya ingatkan elitisme forum koperasi