Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

2 Pabrik di Sawangan terbakar

DEPOK: Dua pabrik yang berlokasi di Sawangan Baru, masing-masing pabrik plastik dan dodol, ludes dilalap si jago merah dini hari kemarin. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Perstiwaa yang mengenaskan tersebut terjadi hampir secara bersamaan sekitar pukul 00.30 dan hanya berselang sekitar 10 menit dari kebakaran pertama di pabrik dodol. Penyebab hingga kini belum diketahui.

Menurut saksi mata, Heri, kebakaran pertama terjadi di pabrik dodol milik Suwardi di wilayah RT 02/RW 04 yang menghanguskan seluruh isi pabrik dengan luas areal 3.000 m2.

Sekitar sepuluh menit kemudian, peristiwa serupa terjadi pabrik plastik milik Ridwan Fauzi yang tidak jauh dari lokasi yang pertama dengan jarak sekitar 500 meter.

"Warga saat itu panik dan dibikin geger karena saat kita tahu ada kebakaran kami bingung ada yang bilang di pabrik dodol ada juga yang bilang di pabrik plastik, nggak tahunya memang kedua pabrik itu kebakaran," terang Heri.

Dia mengungkapkan kebakaran di pabrik dodol awalnya terlihat saat ada asap yang besar di belakang pabrik. Hal itu membuatnya membangunkan warga lainnya.

"Pemilik pabrik yang tinggal di rumah [depan pabrik] saat itu tidak mengetahui kalau ada kebakaran. Lalu kami bangunkan mereka supaya keluar dari rumah tersebut karena rawan sekali," jelas saksi mata itu.

Api yang melalap pabrik yang juga memproduksi selai untuk roti itu akhirnya dapat dipadamkan sekitar pukul 04.30 oleh petugas dari Damkar, setelah tiga unit mobil pemadam tiba pukul 01.30.

Rp1 miliar


Di pabrik tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar lebih. Sementara pemilik pabrik tidak dapat ditemui karena masih dalam keadaan shock. "Dilihat dari keseluruhan yang terbakar kerugian mencapai Rp1miliar karena seluruh alat produksi yang terbakar harganya mencapai ratusan juta," ungkap Sekretaris Kelurahan Sawangan Baru Madsuki yang melakukan pemantauan ke lokasi kejadian.

Sepuluh menit berselang, pabrik plastik turut terbakar. Peristiwa tersebut membuat pemiliknya, Ridwan, terkejut. Dia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Saya bingung dan merasa kasihan dengan pekerja saya," keluhnya.

Diduga disengaja


Pabrik yang berada di wilayah RT 05/RW 05 tersebut menghanguskan seluruh gudang belakang yang luasnya mencapai 700 m2 dengan jumlah pekerja 44 orang.

"Yang pasti saya terus menyemangati pekerja. Pabrik tidak akan ditutup karena masih ada beberapa yang dapat diselamatkan, sehingga kegiatan masih dapat berjalan," ujarnya.

Sementara itu, penyebab dari kebakaran hingga kini belum diketahui. Ada dugaan dari warga sekitar, kebakaran tersebut dilakukan secara sengaja karena waktunya hampir bersamaan.

"Yang kita pertanyakan kok kejadiannya hampir bersamaan dan aliran listrik di kedua pabrik itu juga mati kalau malam. Ini yang patut dicurigai," tutur Sueb salah satu saksi mata.

Ridwan juga mengatakan setelah semua aktivitas pabrik selesai sore hari, seluruh listrik dimatikan dari pusatnya di gedung atas, sehingga tidak ada arus listrik di gedung bawah.

"Saya juga heran kok bisa kebakaran, kalau akibat arus pendek listrik seluruhnya mati, tetapi saya tidak mau berprasangka buruk, dan saya anggap sebagai musibah," tegasnya.

Dari kejadian tersebut Ridwan melaporkan ke pihak kepolisian untuk diusut lebih lanjut terhadap penyebab peristiwa tersebut. (why)    

Monitor Depok/JBBI

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%