Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ritel dan UKM & Mikro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 21/07/2008

'Kondisikan warga DKI beralih ke ayam potong'

JAKARTA: Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Nasional mendesak Pemprov DKI Jakarta agar mengondisikan warganya beralih membeli ayam yang sudah dipotong, sehingga tidak ada lagi unggas masuk Ibu Kota dalam kondisi masih hidup.

Ketua Pinsar Unggas Nasional Hartono mengatakan upaya mengondisikan warga beralih ke ayam yang sudah dipotong dan siap dimasak itu sangat membantu keberhasilan program restrukturisasi perunggasan di Jakarta yang ditargetkan 2010.

"Pemprov sebagai regulator agar mengondisikan masyarakat terkait dengan program restrukturisasi perunggasan, sedangkan para peternak akan mengikuti permintaan pasar," katanya akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan program restrukturisasi perunggasan dimaksudkan untuk mengurangi sekitar 60% dari total ayam hidup yang masuk Jakarta dan sekitarnya mencapai sedikitnya 1 juta ekor per hari.

Sebagian besar unggas tersebut, lanjutnya, dipotong dan diolah terlebih dahulu di daerah Tangerang, Bogor, Bekasi dan Depok sehingga saat masuk Jakarta sudah dalam keadaan bersih dan dijamin kualitas kesehatannya.

"Adapun sisanya yang 40% akan disiapkan tempat penampungan dan pemotongan oleh Pemprov DKI di daerah Pulogadung, Rawa Kepiting, dan Serengseng," katanya.

Hartono membahkan peternak dan perusahaan perunggasan mendukung keberhasilan program restrukturisasi perunggasan di Jakarta. Untuk itu, lanjutnya, pemprov melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan DKI agar segera menyiapkan payung hukum, infrastruktur dan perizinannya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia Don P Utoyo menilai sosialisasi program restrukturisasi perunggasan di DKI salah sasaran karena dilaksanakan dalam forum workshop dengan peserta para pelaku usaha yang sudah memahami program itu.

Seharusnya sosialisasi langsung ditujukan kepada masyarakat yang mengonsumsi produk unggas a.l. dengan kegiatan kampanye makan telur dan daging ayam yang bersih dan sehat serta menjelaskan manfaatnya bagi kesehatan dan kecerdasan.

"Sosialisasi lebih tepat sasaran jika ditujukan kepada masyarakat konsumen, karena pengusaha sudah tahu program restrukturisasi perunggasan," katanya.

Oleh Nurudin Abdullah
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Dispenda akan tertibkan pajak reklame dalam mal
  • Omzet bisnis hiburan akan turun 40% selama puasa
  • DKI segera perbaiki regulasi investasi
  • Perpres Jabodetabekpunjur akhirnya terbit