Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 19/08/2008
Rencana fatwa haram merokok direspons beragam
JAKARTA: Rencana Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram merokok ditanggapi beragam oleh warga Jakarta. Sebagian warga yang perokok menolak, sebagian lain yang bukan perokok menerima.
Iman, seorang eksekutif di salah satu perusahaan asing di Blok M Jakarta Selatan, mengatakan fatwa MUI itu mengada-ada. Dia meminta agar MUI tidak turut campur terlalu jauh dalam urusan dunia.
"Kayak MUI tidak ada kerjaan aja. Kalau merokok haram karena alasan mengganggu kesehatan, ya haramkan saja itu orang naik bajaj. Polusinya kan juga menganggu kesehatan," katanya, kemarin.
Deny, seorang petugas keamanan gedung yang tinggal di Bendungan Hilir Jakarta Pusat mengaku tidak melihat sesuatu yang luar biasa dari rencana tersebut. Namun, akan lebih baik jika MUI turut berpikir dampak fatwa haram itu, baik di sisi penerimaan negara dan juga tenaga kerja.
Agak berbeda dengan Deny, Nunung, seorang pegawai outsourcing Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku setuju dengan rencana MUI tersebut. "Supaya udara Jakarta lebih bersih, karena Perda-nya kan tidak mempan," katanya.
Terkait dengan perda antirokok itu, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan pemprov akan menggandeng organisasi warga guna meningkatkan pengawasan Pergub No.75/ 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok dan Perda No.2/ 2006 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Fauzi mengatakan beberapa organisasi seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Asosiasi Wanita Indonesia Tanpa Tembakau di Jakarta sudah berkomitmen untuk membantu program itu. "Kita sudah bicara dengan mereka. Intinya mereka setuju membantu."
Proses penerapan larangan merokok itu, akan dimulai di ruang-ruang publik seperti mal, dan gedung perkantoran baik swasta maupun pemerintahan.
Oleh Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SEPUTAR KOTA
Kunjungan wisman Oktober pecahkan rekor - Urgensi perbaikan jalur Cakung-Cilincing
- SEPUTAR KOTA
Sindikat pencuri air minum tertangkap - SEPUTAR KOTA
Hiburan malam libur selama Iduladha - SEPUTAR KOTA
Pedagang di Cipulir ditertibkan