Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 20/08/2008
Hendak digusur, Pasar Petamburan terbakar
JAKARTA: Pasar Pintu Air Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang rencananya digusur setelah Idulfitri ini untuk kepentingan pelebaran jalan, perluasan taman, dan normalisasi Sungai Banjir Kanal Barat, pagi hari kemarin ludes terbakar.
Sebanyak 325 kios di pasar yang berlokasi di Jalan Petamburan IV persis di bantaran sungai banjir kanal barat itu hangus setelah terbakar mulai pukul 04.00. Si jago merah baru bisa dijinakkan sekitar tiga jam kemudian dengan bantuan 21 unit mobil pemadam.
Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakpus Sulistio Budhi mengatakan kebakaran itu disebabkan oleh sambungan pendek arus listrik di salah satu toko kelontong. "Karena dindingnya dari kayu, kios di sini mudah terbakar, api cepat membesar," ujarnya di lokasi kejadian.
Kebakaran yang terjadi hanya dalam tempo singkat itu tak menyisakan waktu bagi para pedagang guna menyelamatkan barang-barang. Tampak puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan bangunan beserta harta benda pedagang.
Seusai memadamkan api, petugas kepolisian setempat langsung memasang garis polisi untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Namun, garis polisi tak mampu membendung pedagang dan para penjarah yang mengais sisa-sisa kebakaran mencari barang yang masih bisa digunakan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. "Ini kebakaran keempat. Yang parah waktu kebakaran pertama tahun 2000 dan yang sekarang. Rata," kata Rohmat, pedagang sayur yang kiosnya terbakar.
Dia mengatakan kebakaran kedua terjadi pada Maret 2007, tapi berhasil dipadamkan. Pada Februari 2008, si jago merah kembali menyambangi pasar ini karena korselting listrik. Akan tetapi saat itu, hanya satu kios yang habis terbakar.
Para pedagang yang berhasil menyelamatkan sebagian dagangannya untuk sementara diungsikan ke Masjid Al Fatah di Komplek Rumah Susun Petamburan yang hanya berjarak sekitar lima puluh meter dari lokasi kebakaran.
Sengaja dibakar
Sebagian pedagang menduga kebakaran ini terkait dengan isu penggusuran guna pelebaran jalan dan pembuatan taman kota. Kios-kios kecil di pasar itu juga berfungsi sebagai tempat tinggal bagi pedagang.
Burhanudin, salah satu pengurus koperasi pasar pedagang Pasar Petamburan, mengatakan sosialisasi penggusuran Pasar Petamburan sudah diketahui 2.000-an pedagang jauh sebelum peristiwa itu terjadi, mengingat lokasi tersebut bukan milik pedagang.
"Tanah di situ kan milik Departemen Pekerjaan Umum, Pemprov, dan PT Kereta Api. Sewaktu muncul informasi penggusuran, pedagang sudah bersedia direlokasi asal pemprov menyiapkan lahan pengganti."
Pedagang sendiri, sambungnya, juga pernah mendesakkan agar rencana relokasi itu segera dilaksanakan setelah Idul Fitri tahun ini. "Tapi sebelum dijawab, eh pasarnya habis terbakar duluan."
Lurah Petamburan Zulkifli mengonfirmasi kepemilikan tanah tersebut. Dia mengatakan sebagian besar kios yang terbakar itu berada di tanah milik Departemen Pekerjaan Umum yang akan digunakan untuk proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Barat.
Kelurahan sendiri sudah melakukan sosialisasi rencana pelebaran kali. "Banjir Kanal Barat itu tengah dikeruk Departemen Pekerjaan Umum. Saat ini saja sudah ada dua unit eskavator yang siap melakukan normalisasi dan pengerukan."
Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane Dinas Sumber Daya Air Departemen PU Pitoyo Subandrio mengatakan belum tahu persis apakah lokasi kebakaran itu merupakan lahan milik Departemen PU.
Namun, dia membenarkan Departemen PU sedang melaksanakan proyek revitalisasi kali Banjir Kanal Barat dengan melakukan pengerukan dan pemasangan turap di tepi sepanjang daerah aliran sungai, termasuk sebagian lokasi kebakaran itu. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)
Reportase: Nurudin Abdullah & S. Hadysusanto
Oleh Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SEPUTAR KOTA
Kunjungan wisman Oktober pecahkan rekor - Urgensi perbaikan jalur Cakung-Cilincing
- SEPUTAR KOTA
Sindikat pencuri air minum tertangkap - SEPUTAR KOTA
Hiburan malam libur selama Iduladha - SEPUTAR KOTA
Pedagang di Cipulir ditertibkan