Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 21/08/2008
Pedagang Pasar Senen & Melawai minta tak digusur
JAKARTA: Sedikitnya 600 pedagang dan pengusaha kue subuh di Pasar Senen Jakarta Pusat dan Melawai Blok M Jakarta Selatan meminta jaminan dari pemprov agar tempat usahanya tidak digusur untuk penataan kawasan tersebut.
Pengusaha kue subuh adalah sebutan bagi pedagang yang berjualan berbagai jenis kue dan makanan tradisional di Pasar Senen Jakarta Pusat. Para pedagang ini beroperasi mulai pukul 04.00 dini hari dan berakhir pukul 08.30-09.00 WIB pagi.
Anton Gunawan Santoso, pedagang kue subuh Melawai Blok M dan puluhan rekannya dari Pasar Senen menyatakan hal itu saat mengikuti diskusi panel bertopik Peningkatan Kualitas Kue Tradisional yang digelar Kadin Jaya di Jakarta, kemarin.
"Kami juga minta dukungan Kadin dan Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia untuk jaminan ini. Agar ada kepastian dari pemprov dalam penataan kota di Senen dan Melawai tidak sampai mengorbankan lokasi tempat kami berjualan kue subuh," katanya.
Para pedagang kue subuh tidak ingin nasibnya seperti pedagang bunga Barito Jakarta Selatan dan pedangan keramik Rawasari Jakarta Timur, yang semula ditetapkan sebagai lokasi binaan resmi, tetapi dalam perkembangannya kemudian digusur.
Seperti diketahui, Pemprov DKI tengah melaksanakan proses penataan kawasan Melawai menyusul akan dioperasikannya mal Blok M Square dan Proyek Senen menjadi kawasan niaga terpadu.
Transaksi miliaran
Sekjen Asosiasi Pengusaha Bakery Indonesia Chris Hardijaya mengatakan siap membantu perdagangan kue subuh karena memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di Jakarta a.l. karena transaksinya mencapai Rp1,2 miliar per hari.
"Para pedagang ini luar biasa. Total omzetnya, dihitung dari jumlah pedagang kue subuh di Senen sekitar 400 orang dan Melawai 200 orang dengan omzet Rp500.000-Rp5 juta per hari per pedagang. Jadi rata-rata, Rp2 juta per hari per pedagang," katanya.
Wakil Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan UKM Kadin Jaya Thamrin Pulungan mengatakan efek ekonomi berantai dari kegiatan perdagangan kue subuh itu sangat luas cakupannya. "Kadin Jaya siap bantu mereka."
Menanggapi permintaan pedagang, Kasubdis Usaha Kecil dan Menengah Dinas Koperasi dan UKM DKI Maz Panjaitan mengatakan kegiatan usaha di lahan umum ada aturannya dan khusus pedagang kue subuh itu sudah mendapat perhatian.
"Saat ini kami sudah menyiapkan 16 lokasi binaan baru di lima wilayah yang dapat dikembangkan bagi perdagangan kue subuh," katanya.
Oleh Nurudin Abdullah
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SEPUTAR KOTA
Kunjungan wisman Oktober pecahkan rekor - Urgensi perbaikan jalur Cakung-Cilincing
- SEPUTAR KOTA
Sindikat pencuri air minum tertangkap - SEPUTAR KOTA
Hiburan malam libur selama Iduladha - SEPUTAR KOTA
Pedagang di Cipulir ditertibkan