Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 29/08/2008
APBI-PLN sepakati pemadaman bergilir di mal
JAKARTA: Pengelola pusat perbelanjaan dan mal di DKI Jakarta setuju pemadaman listrik PLN secara bergilir satu kali dalam seminggu selama bulan puasa dengan menanggung kerugian sekitar Rp140 juta per bulan.
Pemadaman listrik bergilir untuk pusat perbelanjaan dan mal itu merupakan hasil keputusan rapat antara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DKI Jakarta dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang.
"Pemadaman secara bergilir untuk pusat belanja itu diputuskan dalam rapat kami dengan pihak PLN dua hari yang lalu. Pelaksanaan pemadamannya diatur oleh pihak PLN," kata Ketua DPD APBI DKI Andreas Kartawinata di Jakarta kemarin.
Dia mengatakan pengelola pusat perbelanjaan dan mal terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra sekitar Rp35 juta per hari per minggu atau Rp140 juta per bulan itu untuk biaya operasional genset (disel pembangkit listrik) dan kerugian akibat pemadaman listrik.
Menurut Andreas, pihak PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang akan mengumumkan pusat perbelanjaan dan mal mana saja yang akan mendapat pemadaman secara bergilir pada saat beban puncak pukul 17.00-22.00 WIB,
Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta jaminan PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang tidak melakukan pemadaman aliran listrik selama bulan puasa Ramadan, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun bisnis.
Hal itu karena pemadaman listrik cukup sensitif dapat dianggap mengganggu kegiatan ibadah bulan puasa dan merugikan pelanggan bisnis, terutama pusat perbelanjaan dan mal yang berharap omzetnya meningkat selama musim belanja menyambut Lebaran.
"Apalagi, jika pemadaman listrik itu dilakukan selama bulan puasa di saat pelanggan konsumen dan bisnis sangat membutuhkan, sehingga bisa menjadi sensitif," katanya.
Dia mengingatkan pelanggan bisnis yang terdiri dari pengelola mal dan pusat perbelanjaan, serta hotel, apartemen dan perkantoran ataupun pihak PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang tidak boleh "main kayu" demi memenangkan kepentingan diri sendiri.
Oleh Nurudin Abdullah
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SEPUTAR KOTA
Kunjungan wisman Oktober pecahkan rekor - Urgensi perbaikan jalur Cakung-Cilincing
- SEPUTAR KOTA
Sindikat pencuri air minum tertangkap - SEPUTAR KOTA
Hiburan malam libur selama Iduladha - SEPUTAR KOTA
Pedagang di Cipulir ditertibkan