Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 29/08/2008

SEPUTAR KOTA
Minyak tanah capai Rp9.000 per liter

BEKASI: Harga minyak tanah di tingkat pedagang pengecer Kota Bekasi sejak tiga hari lalu mencapai Rp9.000 per liter karena langkanya pasok.

Warga Pondokgede Mitasari  di Bekasi mengatakan sejak tiga hari lalu, minyak tanah langka kalaupun ada dikuasai oleh pengecer sehingga harga jual melambung dari Rp7.000 menjadi Rp9.000 per liter.

Sejumlah agen di Pondokgede juga enggan menjual minyak tanah eceran, tetapi diborong oleh pengecer.

"Ulah pengecer yang menjual menggunakan gerobag dorong itu, mengakibatkan harga minyak tanah melambung cukup tinggi," katanya.

Sopiah, warga Margahayu, Bekasi Timur juga mengaku kesal karena harga minyal tanah di tingkat pengecer mencapai Rp9.000 per liter, padahal di agen hanya Rp3.000 per liter.

Sejak dua hari lalu, sejumlah agen di Bekasi Timur kehabisan stok minyak tanah karena pasokan dari depo Pertamina, Jakarta Utara tersendat, tetapi pengecer bisa menjual minyak tanah.

Martin, salah seorang pengecer di Jatikramat, Pondokgede mengaku menjual minyak tanah dengan harga Rp9.000 per liter karena pembelian di agen juga naik.

Menanggapi melonjaknya harga minyak tanah itu, anggota DPRD Kota Bekasi Mohamad Hasyim Affandi mengatakan ada dugaan pengecer mempermainkan harga untuk mengeruk keuntungan. (Antara)

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%