Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Kadin Jaya ingatkan elitisme forum koperasi

JAKARTA: Kadin Jaya mengingatkan potensi munculnya elitisme pada forum koperasi bentukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah DKI, terutama apabila tidak ada tindak lanjut dan fasilitasi dari pemprov atas prakarsa tersebut.

Wakil Ketua Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Usaha Kecil dan Menengah Kadin Jaya Thamrin Pulungan mengatakan pembentukan forum dan usaha bersama antara koperasi itu sangat positif.

Apalagi, jenis usaha tersebut disesuaikan dengan bisnis inti yang selama ini sudah digarap oleh sejumlah koperasi yang akan dihimpun dalam satu wadah sehingga menjadi lebih kompetitif.

"Tetapi pelaksanaannya nanti harus benar-benar bermanfaat bagi anggotanya, jangan hanya pengurus forum atau pengurus koperasi yang untung banyak, anggotanya tidak. Ini namanya elitis," katanya di Jakarta kemarin.

Menurut Thamrin kegiatan usaha bersama antarkoperasi di DKI Jakarta hendaknya mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang disepakati serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku agar terwujud asas keadilan.

Sinergi


Kepala Dinas Koperasi dan UKM DKI Ade Suharsono sebelumnya mengatakan ribuan koperasi yang terdaftar dan beroperasi di Jakarta dapat menjadi kekuatan ekonomi yang cukup besar bila disinergikan dalam satu wadah usaha bersama.

"Karena itulah kami akan membentuk usaha bersama yang merupakan gabungan dari sejumlah koperasi dengan jenis usaha yang akan ditentukan kemudian, misalnya di bidang perdagangan atau jasa," katanya.

Ade mengatakan di DKI terdapat 4.857 koperasi. Namun, 30% dari jumlah tersebut atau sebanyak 1.457 koperasi dalam keadaan vakum atau tidak beroperasi. Keadaan itu juga sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perubahan berarti.

Oleh Nurudin Abdullah
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%