Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 05/09/2008

Pemprov cari utang untuk busway

JAKARTA: Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji upaya pencarian pinjaman untuk meningkatkan kualitas pelayanan busway trans-Jakarta yang selama ini masih buruk.

Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan upaya tersebut akan diajukan pada lembaga keuangan guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengurangi subsidi pemerintah pada busway yang selalu naik per tahunnya.

"Jika kami bisa mendapat pinjaman untuk meningkatkan kualitas busway itu, akan lebih baik. Nah, itu yang tengah kami jajaki," ujarnya  di Jakarta, kemarin.

Selama ini subsidi Pemprov untuk busway dari APBD DKI cukup besar atau Rp8.000 per karcis dari harga jual konsumen Rp3.500 guna menutup biaya produksi Rp10.500.

Adapun untuk anggaran pembangunan tiga koridor busway baru tahun ini dialokasikan Rp355 miliar, naik dari usulan Pemprov sebelumnya sebesar Rp78 miliar.

Dengan asumsi penambahan sekitar 87 armada busway dan rencana operasionalisasi tiga koridor baru yakni koridor VII, IX, dan X, subsidi yang dibutuhkan untuk operasionalisasi busway tahun ini sebesar Rp503 miliar, sedangkan subsidi yang disetujui Rp263 miliar, atau terpangkas hampir 50% dari kebutuhan yang diajukan.

Dengan penetapan tarif Rp per km berdasarkan lelang tersebut, DKI bisa berhemat sekitar Rp3.500 per km, atau senilai Rp130 miliar per tahun. Selain itu, subsidi pemerintah pada tarif karcis bisa ditekan hingga Rp4.000 per karcis dari biaya produksi Rp7.500.

Dihubungi tadi malam, Direktur Operasional Busway trans-Jakarta Rene Nunumata mengatakan saat ini pelayanan yang sangat diperlukan oleh trans-Jakarta adalah penambahan armada menyusul makin besarnya jumlah penumpang di seluruh koridor.

"Subsidi mungkin saja cukup, tapi subsidi yang sangat mendesak saat ini yakni pengadaan armada agar jangan lagi terjadi penumpukan penumpang."

Oleh Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%