Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Hari pertama kerja ribuan PNS mangkir
JAKARTA: Seperti biasa, pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama menyambut Idulfitri 1429 H, kemarin, ribuan orang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov DKI tidak masuk kerja alias mangkir.
Berdasarkan hasil sidak Badan Pengawasan Daerah dan Badan Kepegawaian Daerah diketahui dari 9.833 pegawai, 1.091 pegawai di DKI atau sekitar 11% mangkir.
Kepala Bawasda DKI Nurfakih Wirawan mengatakan dari 1.063 PNS itu, sebanyak 281 orang terlambat atau tanpa kabar, 82 sakit, 65 izin, 451 cuti, 79 dalam tugas pendidikan, dan 105 tugas luar.
Dia menambahkan dari sidak itu diketahui unit dengan persentase PNS mangkir terbanyak ada di Badan Penanaman Modal & Pendayagunaan Kekayaan Daerah, 25 orang dari 76 pegawai. Adapun yang terendah adalah Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah, sembilan orang dari 132 pegawai.
Untuk organisasi dinas, persentase pegawai mangkir terbanyak adalah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi, yaitu 68 orang dari total 248 pegawai. Sementara yang terendah adalah Dinas Pendapatan Daerah dengan jumlah pegawai mangkir hanya 3 orang dari 148 pegawai.
Pada organisasi kantor, persentase pegawai mangkir kerja paling banyak berada di Kantor Pelayanan Pemakaman, 40 orang dari 82 pegawai. Sedang pada organisasi Unit Pelaksana Teknis (UPT), tertinggi ada pada RSUD Budhi Asih, 66 orang mangkir dari total 253 pegawai.
Wagub Prijanto menyatakan pemprov akan mempelajari dulu tingkat kesalahan pegawai mangkir tersebut. "Paling tidak kita kenakan pemotongan uang kesra hingga penurunan pangkat," katanya.
Oleh Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SEPUTAR KOTA
Kunjungan wisman Oktober pecahkan rekor - Urgensi perbaikan jalur Cakung-Cilincing
- SEPUTAR KOTA
Sindikat pencuri air minum tertangkap - SEPUTAR KOTA
Hiburan malam libur selama Iduladha - SEPUTAR KOTA
Pedagang di Cipulir ditertibkan