Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Memahami kegagalan operasi pasar daging

Selama Ramadan, permintaan daging sapi di Ibu Kota naik 10%-20% dari bulan biasa. Puncak kenaikan terjadi sepekan menjelang Lebaran. Pada hari-hari itu, lonjakan permintaan daging sampai 30%.

Pada bulan biasa, kebutuhan warga DKI akan konsumsi daging sapi mencapai 1.800 ton atau 60 ton per hari. Dengan kenaikan permintaan 10%-20% selama Ramadan, kebutuhan daging terkerek hingga melebihi 2.000 ton.

Sejalan dengan kenaikan tersebut, harga daging naik perlahan. Dimulai dari Rp55.905 per kg pada awal bulan, kemudian menjadi Rp64.300 per kg pada pekan kedua, lalu bertahan di atas Rp70.000 pada pekan ketiga, hingga menyentuh Rp85.000 per kg pada pekan terakhir.

Itu harga rata-rata daging di sejumlah pasar tradisional Jakarta yang jadi sampel data yang dicatat setiap hari oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI. Di pasar yang lebih kecil, pasar kampung misalnya, harganya berselisih lebih Rp500-Rp1.500 per kg.

Ketika kenaikan harga daging mulai teridentifikasi pada pekan pertama Ramadan, pejabat pemprov mengimbau warga agar tidak menyikapi situasi tersebut secara berlebihan. Sebab, stok daging sendiri sudah sangat melimpah.

"Menjelang Idulfitri harga daging selalu naik. Biasanya 10%. Tapi stok cukup, jadi tidak perlu menimbun," kata Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Sampai pada pekan kedua Ramadan, ketika harga daging mulai naik tajam, para pejabat agaknya mulai menyadari imbauan saja tidak cukup.

Pada pekan kedua itu, persisnya 11 September, Pemprov DKI bersama PD Dharma Jaya, BUMD DKI dengan bidang usaha utama perdagangan daging, sepakat untuk menggelar operasi pasar guna menurunkan dan menstabilkan harga daging yang bergerak liar.

Tidak tanggung-tanggung, operasi pasar daging itu akan digeber di seluruh wilayah Jakarta hingga 29 September alias sampai Ramadan berakhir. Daging operasi pasar tersebut dijual Rp51.000 per kg.

"Stok kami masih siap menjawab kenaikan permintaan sampai 15%. Jadi, warga tidak perlu khawatir. Kalau harga naik lagi, kami akan gelontorkan daging sapi lebih banyak lagi," kata Direktur Usaha PD Dharma Jaya Basuki Ranto.

Akhirnya, sampai Ramadan selesai, harga daging di DKI tetap bertahan di atas Rp70.000 per kg dan bahkan sempat mencapai Rp85.000 per kg.

Kegagalan operasi pasar daging itulah yang terkonfirmasi pada awal pekan ini, ketika Badan Pusat Statistik mengumumkan laju inflasi Jakarta per September yang mencapai rekor 1,02% didorong terutama oleh kenaikan indeks harga makanan subkelompok daging dan hasilnya. (bastanul. siregar@bisnis.co.id)

Oleh Bastanul Siregar
Wartawan Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%