Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

APBD DKI 2009 diprioritaskan untuk banjir

JAKARTA: Wakil Gubernur DKI Prijanto menyatakan APBD 2009 DKI yang diprediksi menembus Rp22 triliun akan diprioritaskan untuk menangani banjir, perbaikan fasilitas pendidikan, dan perumahan.

Wagub menegaskan dengan prioritas tersebut, kemungkinan akan banyak program kegiatan lain yang ditunda pelaksanaannya. "Kita konsentrasi pada tiga masalah itu. Jadi, ya, otomastis yang bukan prioritas ditunda," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Beberapa program bukan prioritas yang akan ditunda a.l. pembangunan pedestrian untuk pejalan kaki, perbaikan taman-taman kota, rehabilitasi fisik bangunan layanan umum, serta perbaikan-perbaikan sekunder lainnya.

Prijanto menegaskan dengan prioritas itu seluruh pimpinan wilayah di Jakarta diharuskan segera melakukan sinkronisasi program anggaran 2009, dengan acuan pada pembangunan sektor yang diprioritaskan tersebut.

Rehab sekolah

Dia menjelaskan prioritas perbaikan fasilitas pendidikan akan ditempuh dengan rehabilitasi total bangunan sekolah yang sudah hampir roboh. "Saya tidak mau tahun depan ada lagi berita tentang bangunan gedung sekolah yang roboh."

Perbaikan perumahan yang ditempuh melalui pengadaan rumah susun difokuskan untuk  penertiban warga yang menempati daerah berbahaya yang masih berhubungan dengan penyebab banjir seperti penduduk di Waduk Pluit Jakarta Utara yang segera dinormalisasikan.

"Dengan prioritas penting ini tentu saja anggarannya harus lebih. Untuk membangun satu polder saja butuh dana Rp3 triliun. Secara kasar belum bisa ditentukan nilainya, tetapi kami prediksi tahun depan akan di kisaran Rp22 triliun, naik Rp2 triliun dari tahun ini."

Terkait dengan penyusunan APBD 2009 itu, lanjutnya, saat ini prosesnya sudah sampai tahap finalisasi di Badan Perencanaan Daerah. Sebab, seluruh satuan kerja perangkat daerah sudah memasukkan rancangan kerja anggaran sementaranya.

Pada bagian lain, Prijanto menyebutkan, APBD tahun anggaran 2008 yang dipatok senilai Rp20,39 triliun telah disahkan Departemen Dalam Negeri sebelum Lebaran dan telah dikembalikan kepada Pemprov DKI untuk dilaksanakan secepatnya.

Oleh Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%