Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Megapolitan


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Sebanyak 2.000 m2 jalan rusak di Jakarta belum diperbaiki

JAKARTA: Sedikitnya 2.281 m2 dari total 456.300 m2 jalan rusak di Jakarta ternyata belum diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum DKI, meski musim penghujan yang sering dijadikan alasan penundaan perbaikan segera tiba.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum DKI, kerusakan yang terjadi pada lebih dari 2.000 m2 itu umumnya berupa jalan berlubang, dengan lokasi tersebar di seluruh wilayah DKI.

Dimintai komentarnya atas situasi ini, Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum Budi Widiantoro mengatakan perbaikan jalan rusak itu tetap ditarget rampung akhir tahun ini atau sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan datang pada awal tahun.

"Itu kan jalan berlubang. Jadi perbaikannya dengan penambalan jalan sehingga prosesnya relatif cepat daripada perbaikan jalan rusak total. Tapi itu sudah jadi tanggung jawab kontraktor. Jadi, kami harapkan mereka segera menyelesaikan pekerjaan" ujarnya di Jakarta, kemarin.

Budi mengatakan untuk menghadapi musim penghujan sendiri, Dinas Pekerjaan Umum sudah melakukan persiapan pemeliharaan jalan mengantisipasi kemungkinan kerusakan jalan akibat banjir atau genangan air.

Persiapan itu dilakukan karena biasanya pada musim hujan, sejumlah 1%-5% dari total 40 juta m2 jalan di Jakarta jalan akan mengalami kerusakan. Artinya, setiap tahun Dinas PU wajib memelihara penanganan seluas 2 juta m2 di Jakarta yang berpotensi rusak karena banjir.

Anggaran

Untuk dana perbaikan jalan tahun ini, menurutnya, pemprov mengalokasikan dana sebesar Rp60,5 miliar di Dinas Pekerjaan Umum, dan sebesar masing-masing Rp20 miliar hingga Rp30 miliar di masing-masing suku dinas di lima wilayah DKI untuk dana pemeliharaan.

Akibat banjir awal tahun ini, total jalan rusak di DKI mencapai 456.300 m2 atau 1,71% dari total jalan Jakarta. Kerusakan terjadi di Jakarta Selatan seluas 116. 667 m2, Jakarta Timur 104.781 m2, Jakarta Pusat 90.400 m2, Jakarta Barat 65.230 m2, dan Jakarta Utara 44.240 m2.

Perbaikan kerusakan jalan telah dilakukan sejak akhir Februari 2008 dengan menggunakan anggaran dari dana cadangan sisa hasil anggaran tahun lalu (Silpa) sebagai ganti atau talangan atas dana APBD DKI 2008 yang belum cair.

Dengan dana talangan itu, Dinas PU telah memperbaiki jalan rusak seluas 6.208 m2 (hotmix) dan 61 m3 (Asphalt Treated Based/ATB). Perbaikan terbesar dilakukan di Jakarta Selatan seluas 2.188 m2 untuk hotmix dan 61 m3 untuk ATB.

Sampai Mei 2008 total jalan yang telah diperbaiki, yakni 225.921 m2 berupa perbaikan jalan lokal 81.582 m2, jalan nasional 7.268 m2, tambal lubang 88.156 m2, dan sisanya jalur busway 4.891 m2.

Oleh Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SEPUTAR KOTA
    MPI tanam 500 pohon sukun
  • SEPUTAR KOTA
    Jalur sepeda segera diuji coba
  • 2.291 PNS Jakarta terancam kehilangan jabatan
  • Omzet jasa hiburan tergerus 20%