Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Oasis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 25/08/2008

'Beatles' Indonesia tampil memukau di Inggris

London: Kelompok musik G-Pluck, yang mengklaim diri sebagai 'The Beatles'-nya Indonesia, menggelar pertunjukan perdana di Cavern Pub, Mathew Street, Liverpool, Inggris.

Aksi pada Jumat malam itu adalah untuk meramaikan Beatles Week Festival di kota kelahiran band legendaris asal Inggris itu.

Kelompok G-Pluck asal Bandung tersebut mengusung lagu Shake it up, baby, Twist and shout, Come on baby, Work it on out, Ask Me Why, dan Hello, Goodbye dan Help. Kelompok musik yang mengenakan seragam lengkap khas Beatles itu tampil memukau.

"Bangga sekali, saya akhirnya bisa melihat band Indonesia tampil di ajang international," ujar Tuni Morris, yang tinggal bersama suaminya di Merseyside, Liverpool.

G-Pluck Beatles Band yang dibentuk 2001 tersebut digawangi empat personel, yaitu Awan Garnida (bas), Wawan (gitar melodi), Adnan Sigit (gitar), Beni Pratama (drum), dan dua additional player Ramundo Gascaro dan Tompak (keyboard).

Suasana di Cavern Pub, yang dulu tempat manggung The Beatles, tampak meriah karena hari itu adalah hari pertama grup-grup dari berbagai belahan dunia tampil menyanyikan lagu-lagu legendaris Beatles.

Para penonton terdiri dari tua-muda hampir semua ikut bergoyang mengikuti alunan musik.

Selesai lagu pertama, Awan, sang gitaris mencoba menyapa semua penonton dan dilanjutkan dengan lagu kedua, I Feel Fine.

Lagu yang diciptakan John Lennon tersebut membuat penonton dan suasana di Cavern bertambah 'panas'.

Saking semangatnya di akhir lagu, sang gitaris, Adnan Sigit mengucapkan "terima kasih" kepada penonton. Begitu semangatnya tampil di Cavern membuat mereka sampai lupa memakai bahasa Inggris.

Selama 45 menit G-Pluck menyanyikan sebanyak 18 lagu yang kemudian ditutup dengan lagu Ticket to Ride. Ketika lagu terakhir dinyanyikan semua penonton ikut bernyanyi dan bergoyang.

Selama pekan mengenang The Beatles itu, G-Pluck tampil tujuh kali dalam lima hari, yaitu Cavern Pub, Mathew Street, City Centre, dan di Ranelagh Place, Adelphi Hotel, Liverpool.

Musikalitas total


Tuni Morris mengatakan meskipun lagu-lagu yang dinyanyikan grup itu merupakan lagu-lagu Beatles, tetapi musikalitas G-Pluck begitu total.

"Suara tidak diragukan lagi, apalagi penampilan di panggung yang lengkap dengan seragam khas Beatles menunjukan bahwa untuk menjiplak saja ternyata harus serius," ujar Tuni yang hijrah dari Jakarta ke Inggris untuk mengikuti suaminya.

Sementara itu, President of Bandung Beatles Community, Rachmanto Sudrajat, mengatakan G-Pluck bersaing dengan band asal Jepang dan Filipina dalam merebut satu tempat bergengsi tersebut.

"G-Pluck terpilih menjadi perwakilan dari Asia karena paling mirip secara musikal dengan The Beatles dan bahkan alat musik yang digunakan sebagian besar sama dengan The Beatles," ujar Rachmanto.

Antara

bisnis.com

Berita Lain

  • SENGGANG
    Film baru Madonna untuk Hari AIDS
  • SENGGANG
    Belajar fisika tanpa rumus marak
  • Dunia usaha perangi HIV/Aids
  • 'Nasib Nurdin Halid bergantung pada PSSI'