Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Oasis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 26/08/2008
Connery terus dukung Skotlandia merdeka
JAKARTA: Nasionalisme ternyata juga ditunjukkan oleh aktor lawas pemeran James Bond Sean Connery pada negara asalnya, Skotlandia.
Aktor pemeran agen 007 ini belum lama meluncurkan buku otobiografi berjudul Being a Scots yang berkisah tentang perjalanan hidupnya sebagai seorang warga berkebangsaan Skotlandia sebelum akhirnya tenar di pentas Hollywood.
Being a Scots diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun ke-78 Connery yang kala itu tampil pada festival buku Edinburgh International Book Festival bersama pengarang buku sekaligus penulis naskah Murray Grigor.
Otobiografinya itu menjadi bagian dari dukungan Connery kepada Partai Nasional Skotlandia (SNP) yang gencar mengupayakan kemerdekaan Skotlandia.
Connery sendiri dikenal sebagai pendukung partai nasional independen rakyat Skotlandia yang saat ini menetap di Bahama dan mengatakan tidak akan kembali sebelum negara itu dinyatakan merdeka oleh Inggris.
Dukungan pria kelahiran Fountainbridge Edinburgh ini, seperti ditulis beberapa media online hiburan, semakin kuat saat partai yang didukung Connery memiliki kursi sendiri pada 1997.
Buku tersebut diluncurkan bersamaan dengan pameran buku Edinburgh International Book Festival yang berlangsung sepanjang 9-24 Agustus 2008 lalu.
Sementara itu, lebih dari 800 pengarang tampil dalam festival pameran buku itu. Di antara yang tampil tampak buku-buku karya Salma Rushdie, Louise de Bernieres, dan Margaret Atwood.
Otobiografi itu secara rinci berkisah tentang Connery yang seorang tukang susu di kawasan Fountainbridge berkebangsaan Skotlandia sebelum akhirnya dia kini dia lebih dikenal sebagai pemeran agen 007.
Kini Connery lebih dikenal sebagai bintang besar sejajar dengan sastrawan Robert Burns, novelis Sir Walter Scott, dan ratu Skotlandia Marry.
"Buku ini akan menjelaskan bagaimana populernya profesi tukang susu dari Edinburg sekaligus bercerita tentang budaya, kehidupan, olahraga, arsitek, dan prinsip hidup orang Skotlandia," ujar Chaterine Lockerbie, direktur Edinburgh International Book Festival seperti ditulis AP.
Skotlandia bersama Irlandia Utara, Wales, dan Inggris bergabung dalam Federasi Britania Raya.
Wacana kemerdekaan Skotlandia dari Britania Raya kembali mencuat saat ketua partai SNP Alex Salmond berjanji memperjuangkan kemerdekaan itu.
Oleh Th. D.Wulandari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SENGGANG
Remaja AS suka contek & berbohong - SENGGANG
Sony optimistis di final Super Series - SENGGANG
Ronaldo pemain terbaik Eropa - Dilema legalisasi lokalisasi dan reduksi penyebaran HIV
Bagian terakhir dari dua tulisan - Disiapkan Piala Citra untuk film berbahasa yang baik