Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Oasis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
Budaya feodal membuat RI tak siap hadapi globalisasi
JAKARTA: Sisa warisan budaya feodal di Indonesia belum menghasilkan sintesis budaya yang dapat membawa pada peradaban baru sehingga bangsa ini belum mampu menghadapi tantangan global.
Sisa warisan budaya feodal serta karakter statis terasa masih ada pada bangsa ini. Itu yang membuat Indonesia sulit mewujudkan cita-cita kemerdekaan seperti memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Karakter itu pula yang membuat Indonesia tidak siap bersaing di tingkat global dalam menghadapi masa depan yang menantang," tegas Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir dalam acara Dialog Budaya "Manusia, Budaya, dan Indonesia Masa Depan", kemarin.
Acara tersebut dihadiri pula oleh Eep Saefullah Fatah, Franz M Suseno, Sobari, dan dari kalangan artis antara lain Ikang Fauzi, Daril, dan pelawak Cahyono.
Dia menjelaskan Indonesia harus menemukan jalannya sendiri untuk bangkit dan menjadi bangsa maju.
Bangun peradaban
Untuk itu, bangsa ini perlu segera membangun peradaban baru yang sesuai dengan kebutuhan masa depan, yang membuat masyarakat aktif, dinamis, serta berdaya saing tinggi dalam berhadapan dengan bangsa lain di dunia.
"Budaya lama warisan budaya feodal yang membuat masyarakat pasrah, memandang rendah urusan materi, serta puas mengekor pada pemimpinnya, tidak lagi dapat diandalkan," tegasnya.
Sebaliknya, kata Soetrisno, budaya sekarang sebagai budaya pancaroba yang materialistis, konsumtif, dan mementingkan atribut dibanding substansi, juga bukan pilihan budaya yang tepat.
Menurut dia, Indonesia memerlukan budaya baru yang didasarkan pada nilai-nilai idealistik, yang dapat menghubungkan kepentingan mewujudkan harmoni serta kepentingan materi sekaligus.
"Peradaban baru Indonesia justru harus dibangun atas kesadaran kebhinekaan Indonesia seperti yang telah ditunjukkan para pendiri bangsa. Kesadaran kebhinekaan Indonesia selalau ada dalam setiap kelompok masyarakat dan itu yang membangun Indonesia menuju hari depan lebih baik," ujarnya
Sementara itu, menurut Franz M Suseno, budaya dan peradaban baru Indonesia ditentukan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu mau apa dan mau ke mana, yang akhirnya budaya Indonesia masa depan akan ditentukan oleh jawaban dari pertanyaan itu.
"Bangsa Indonesia di masa depan bahkan eksistensinya sebagai bangsa beradab dan negara makmur dan adil tergantung dari kita sebagai rakyat Indonesia mau atau tidak mau," tegasnya.
Menurut dia, ada tiga sikap harus diperhatikan, yaitu pluralisme, menyukseskan demokrasi, dan membuat nyata solidaritas bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial. (k34)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- SENGGANG
Remaja AS suka contek & berbohong - SENGGANG
Sony optimistis di final Super Series - SENGGANG
Ronaldo pemain terbaik Eropa - Dilema legalisasi lokalisasi dan reduksi penyebaran HIV
Bagian terakhir dari dua tulisan - Disiapkan Piala Citra untuk film berbahasa yang baik