Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Oasis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

Husin pecahkan rekor baca puisi 99 jam

JAKARTA: Penyair asal Tegal, Jawa Tengah, Mata Husin, berhasil memecahkan rekor baca puisi selama 99 jam nonstop di halaman restoran Pring Sewu di kotanya.

Meski belum tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri), aksi bikin heboh itu sudah dicatat notaris Farah Fauziah. Aksi ini disaksikan oleh komunitas penyair, seniman dan wartawan Tegal, serta masyarakat setempat.

Sekitar 800 puisi karya beberapa penyair dibacakan Mata Husin mulai Sabtu (27 Agustus) pukul 08.00 WIB dan berakhir Selasa tepat jam 13.00 WIB. Selama itu, dia beristirahat hanya untuk salat, buang hajat dan makan/minum beberapa menit saja.

Menurut Dwi Eri Santoso, penyair sekaligus pendorong semangat Mata Husin, hitungan waktu istirahat tersebut tidak lebih dari dua jam dalam sehari.

"Jadi, totalitas waktu pembacaan puisi yang dilakukan Husin adalah 94 jam. Dua jam lebih dari target semula 92 jam. Luar biasa stamina teman itu," ungkap Eri ketika dihubungi Bisnis.

Aksi itu, lanjutnya, bukan pertama kali dilakukan Mata Husin. Tahun lalu, lelaki itu mencatat rekor Muri untuk jalan kaki sejauh 1.548 kilometer, tepatnya dari Merak (Banten) ke Banyuwangi (Jawa Timur) selama 23 hari.

"Kini Husin mencoba dengan puisi. Selain karya penyair Tegal, antalogi sajak W.S. Rendra Nyanyian Angsa termasuk yang dibaca. Begitu juga tiga kumpulan puisi saya dilalap habis selama satu hari," urai Eri.

Tiga antalogi itu a.l. Brug Abang, Nelayan Nelayan Kecil dan Muara Berbahaya. Jumlah seluruhnya sekitar 210 sajak. "Karyanya sendiri ada 300 sajak, ditambah 30 puisi milik Rohwi Jati. Sisanya sekitar 150 sajak merupakan karya beberapa penyair Tegal."

Protes


Eri, mengutip ungkapan Husin, mengatakan bahwa aksinya itu sebagai sikap protes atas pengucilan masyarakat luas terhadap sastra, khususnya puisi. Lewat pembacaan itu, Husin ingin menempatkan sajak pada posisi tertinggi dari martabat yang ada saat ini.

"Kami, para seniman, penyair, budayawan dan wartawan Tegal bukan saja simpatik atas keinginannya itu, tetapi mendukung penuh," kata Eri.

Tentang upaya aksi Mata Husin itu tercatat di Muri, kata Eri, komunitas penyair Tegal akan menyerahkan seluruh berkas dan akta notaris kepada pihak Muri.

"Baik Husin pribadi maupun kami, memang belum memberitahu pihak Muri. Aksi yang disponsori pihak restoran itu awalnya bersifat spontanitas saja, tetapi malah jadi serius dan Husin berhasil pecahkan rekor," kata Eri.

Dari catatan Bisnis, aksi Mata Husin itu mengungguli rekor yang pernah dilakukan penyair asal Cirebon, Jawa Barat, Baequni, yakni membaca puisi selama 48 jam pada Agustus 2005. Sebelumnya, Muri mencatat rekor Micki Hidayat dari Banjarmasin dengan waktu 5 jam 30 menit.

Sementara itu puisi terpanjang saat ini masih dipegang kelompok Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) dari Medan, Sumatra Utara.

Ribuan sajak bertemakan antinarkoba yang ditulis oleh ribuan siswa SMU di seluruh Provinsi Sumut ditulis di atas kain putih sepanjang satu kilometer.

Oleh S. Hadysusanto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • SENGGANG
    Film baru Madonna untuk Hari AIDS
  • SENGGANG
    Belajar fisika tanpa rumus marak
  • Dunia usaha perangi HIV/Aids
  • 'Nasib Nurdin Halid bergantung pada PSSI'