Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Oasis


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 04/09/2008

SENGGANG
KPI didesak tertibkan iklan politik

JAKARTA: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) didesak agar lebih serius memerhatikan tayangan iklan politik yang belakangan ini cukup gencar di stasiun televisi. Bahkan kalau perlu ditertibkan karena tidak ada jaminan dapat menguntungkan masyarakat selaku pemirsa televisi.

Permintaan itu disampaikan Habiburokhman, aktivis dan pemerhati tayangan televisi, kepada pers kemarin terkait maraknya iklan politik yang mencitrakan politisi dan partai politik secara normatif.

Iklan politik yang berisi janji-janji partai dan politisi, menurutnya, dapat merugikan masyarakat karena tak ada jaminan jika mereka menang lalu merealisasikan janji. Apalagi, tambahnya, antara pemirsa dan pemasang iklan tidak terikat kontrak.

"Saya berharap KPI segera menertibkan iklan politik di televisi, seperti halnya teguran yang pernah dilakukan terhadap tayangan pornografi, pornoaksi dan kekerasan," kata Habib.

Iklan politik itu, lanjutnya, berisi slogan yang tidak dilengkapi target secara terperinci, misalnya tentang bagaimana caranya mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dalam waktu lima tahun ke depan. (Bisnis/sin)

bisnis.com

Berita Lain

  • SENGGANG
    Film baru Madonna untuk Hari AIDS
  • SENGGANG
    Belajar fisika tanpa rumus marak
  • Dunia usaha perangi HIV/Aids
  • 'Nasib Nurdin Halid bergantung pada PSSI'