Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 13/05/2008
Daihatsu geser Isuzu, Kia masuk 10 besar
JAKARTA: Di tengah lonjakan angka penjualan mobil pada April 2008, ternyata konstelasi persaingan antar agen tunggal pemegang merek (ATPM) posisi 10 besar di pasar otomotif nasional tidak banyak berubah dibandingkan dengan bulan yang sama 2007.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi angka penjualan kendaraan roda empat selama April menembus rekor baru, yakni 51.640 unit. Jumlah itu mengalami peningkatan hampir 50% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.
Namun, apabila dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya yang tercatat 46.721 unit, realiasi penjualan mobil pada April 2008 hanya meningkat 10%.
Aksi saling geser posisi hanya terjadi di antara Daihatsu dan Suzuki serta Kia dan Hyundai Truck & Bus. Pada April, Daihatsu berhasil mendepak posisi Suzuki sehingga lengser ke posisi keempat.
Sementara itu, Kia berhasil masuk ke jajaran 10 besar, menggeser Hyundai Truck & Bus yang pada bulan sebelumnya, Maret, berada di posisi itu.
Sesuai dengan data tersebut, Daihatsu berhasil membukukan angka penjualan sebesar 6.977 unit selama April, sedangkan unit terjual Suzuki justru mengalami penurunan menjadi 6.100 unit pada bulan yang sama.
Vice President PT Astra Daihatsu Motor Sudirman M.R. mengatakan lonjakan angka penjualan pada April dipicu adanya peningkatan kapasitas produksi, terutama pabrik Daihatsu.
Pada bulan-bulan sebelumnya, ADM menghadapi kesulitan pasokan untuk merek-merek tertentu a.l. Xenia, Terios, dan Gran Max, sehingga secara otomatis ADM belum dapat memenuhi tingginya permintaan terhadap ketiga merek tersebut.
"Pada April ini, kami telah berhasil mengatasi masalah inden dari model-model itu dengan cara meningkatkan jumlah produksi. Karena produksi meningkat, mobil pun bisa lebih cepat sampai ke tangan konsumen," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, kemarin.
Sebaliknya, unit terjual mobil Suzuki yang penjualannya di Indonesia diageni oleh PT Indomobil Niaga International Tbk (IMNI) justru tergerus akibat masalah keterbatasan suplai.
President Director PT IMNI Gunadi Sindhuwinata mengaku belakangan ini pihaknya lebih fokus pada pasar ekspor. Tingginya permintaan mobil Suzuki di pasar ekspor menyebabkan volume penjualan di dalam negeri terpangkas, karena jumlah yang seharusnya dialokasikan untuk pasar domestik terpaksa dialihkan ke luar negeri.
"Angka penjualan mobil Suzuki di luar negeri meningkat cukup tajam, akibatnya volume penjualan kendaraan di pasaran domestik menjadi tertekan," katanya belum lama ini. (06/22) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- TRANSMISI
Mazda pangkas produksi di China - TRANSMISI
Isuzu salurkan CSR untuk lingkungan - TRANSMISI
Peugeot jadikan Malaysia basis perakitan - Permintaan mobil niaga untuk rental naik 20%
- 'Motor bukan penghambat pengembangan angkutan massal'