Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

Produksi mobil pada 2011 ditargetkan 1 juta unit
'Pemerintah harus amankan pasok baja khusus'

JAKARTA: Pemerintah diminta memperkuat sektor hulu industri otomotif nasional dengan mengamankan pasokan bahan baku (raw material) berupa baja khusus dan aluminium untuk mendukung target produksi 1 juta unit mobil pada 2011.

Dalam arah pengembangan industri otomotif nasional, pemerintah menargetkan dalam tiga tahun mendatang produksi mobil mencapai 1 juta unit dengan total nilai Rp140 triliun.

Dari angka tersebut, sebanyak 760.000 unit merupakan penjualan domestik dan sisanya 240.000 unit ke pasar ekspor.

Sementara itu, hingga 2011, produksi sepeda motor ditargetkan sebanyak 6,53 juta unit dengan penjualan di dalam negeri 6,48 juta unit dan pasar ekspor 44.000 unit, yang nilai keseluruhannya mencapai Rp65,27 triliun.

Dalam kebijakan yang disusun Depperin,  Indonesia diarahkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor, seperti multi purpose vehicle (MPV), sport utility vehicle (SUV) dan truk ringan maksimal 5 ton serta pemasok komponen MPV dan truk ringan.

Ketua Harian Asosiasi Aluminium Indonesia (AAI) Abubakar Subiantoro mengaku pesimistis target produksi 1 juta unit yang dicanangkan pemerintah dapat tercapai, tanpa upaya penguatan di sektor hulu industri, seperti pasokan bahan baku baja khusus (speciality steel), aluminium dan bauksit.

"Target itu sulit tercapai tanpa peningkatan kapasitas produksi aluminium nasional saat ini yang hanya 250.000 ton per tahun. Kebutuhan aluminium akan meningkat dua kali lipat dari kapasitas Inalum," katanya kepada Bisnis, di sela-sela The 3rd Indonesian International Automotive Conference (IIAC), baru-baru ini.

Menurut Abubakar, Indonesia masih sangat bergantung pada pasokan aluminium impor karena kapasitas industri nasional stagnan selama 20 tahun terakhir.

Untuk itu, pemerintah harus menarik investor agar menanamkan modal di sektor industri tersebut, mengingat potensi pasarnya cukup besar.

Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian Budi Darmadi mengakui pengadaan bahan baku memang menjadi problem dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi industri otomotif dan komponennya.

"Potensi ada, tetapi belum dimanfaatkan optimal, padahal pasar [konsumen] tidak bisa menunggu dan kita masih mengimpor sejumlah bahan baku. BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] sedang membuat terobosan lewat PP No. 1/2007 untuk menarik investasi di bidang tertentu dan di daerah tertentu," katanya.

Insentif

Pemerintah, katanya, mengundang investor berinvestasi di sektor industri baja dan aluminium dengan menawarkan sejumlah insentif yang diatur dalam PP tersebut.

Produk baja khusus untuk otomotif, misalnya, sejauh ini belum bisa diproduksi di dalam negeri, termasuk oleh PT Krakatau Steel.

"Kami sedang berupaya menggaet produsen baja global untuk berinvestasi dan memproduksi speciality steel di Indonesia. Saat ini produksi mobil Indonesia mencapai lebih dari 500.000 unit dan sesuai dengan kalkukasi angka produksi itu cukup ekonomis kalau mereka [produsen baja] berinvestasi di sini," tegasnya.

Depperin, jelas Budi, menjamin kepada investor asing bahwa pasar otomotif nasional akan terus bertumbuh dalam 2-3 tahun ke depan.

Pada 2008, ekspor mobil utuh  (CBU) dari Indonesia  diperkirakan mencapai 80.000 unit sedangkan dalam bentuk terurai (CKD) sebanyak 140.000 unit. (siti.munawaroh@bisnis.co.id)

Oleh Siti Munawaroh
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • TRANSMISI
    China pangkas pajak mobil kecil
  • BBM dongkrak permintaan Innova diesel
  • Pasar sedan melonjak 42,72%
  • GM segera operasikan pabrik Pondok Ungu