Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 17/07/2008

Isuzu akan tambah produksi

JAKARTA: PT Isuzu Astra Motor Indonesia berencana menambah kapasitas produksi kendaraan truk ringan dari 1.000 unit per bulan saat ini menjadi 1.500 unit.

Peningkatan kapasitas itu dilakukan seiring dengan peningkatan permintaan di luar Jawa, terutama Kalimantan dan Sumatra, menyusul bergairahnya bisnis perkebunan dan pertambangan.

Johannes Nangoi, Wakil Presiden Direktur PT PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menjelaskan penjualan truk ringan Isuzu Elf sepanjang semester I/2008 tercatat 5.000 unit naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode sama 2007 yang sebanyak 3.000 unit atau sebanyak 6.000 unit setahun.

"Dengan peningkatan permintaan itu maka kami berharap dapat menjual 10.000 unit truk pada tahun ini. Untuk itu diperlukan penambahan volume produksi di pabrik menjadi 1.500 unit dari sebelumnya 1.000 unit," ujarnya di arena Indonesia International Motor Show, kemarin.

Untuk menambah produksi tersebut diperlukan tambahan pasokan listrik yang saat ini hanya 970 kVA. Untuk itu, IAMI tengah melakukan pendekatan terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menambah daya listrik.

"Memang tidak mudah untuk menambah daya karena PLN juga sedang mengalami problem pasokan. Penambahan produksi ini hanya akan direalisasikan jika ada tambahan daya listrik dari PLN," ujarnya.

Untuk meningkatkan volume produksi tersebut, IAMI tidak membutuhkan modal besar karena hanya menambah satu jalur. "Yang dibutuhkan hanya menambah jumlah pekerja sekitar 200 orang dan sejumlah peralatan."

Menurut dia, dalam kondisi permintaan pasar truk yang meningkat, IAMI telah memberlakukan kerja lembur dan mengoperasikan pabrik pada Sabtu.

Hingga sekarang penjualan Isuzu masih ditopang kendaraan komersial terutama truk ringan. Meskipun demikian produknya di kelas multi purpose vehicle (MPV) yakni Panther tetap digarap serius.

Oleh Chamdan Purwoko & Master Sihotang
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pajak progresif kendaraan berlaku tahun depan
  • Proton & GM akan masuk segmen MPV
  • TRANSMISI
    Pasar mobil penumpang China 6,8%
  • TRANSMISI
    Mobil hibrida Honda naik 10%