Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Otomotif


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 18/07/2008

Selera konsumen bergeser ke mobil kompak
Pasar sedan hatchback melambung 47,8%

JAKARTA: Penjualan mobil hatchback (sedan lima pintu dengan ruang bagasi menyatu dengan kabin penumpang) pada Juni tercatat mencapai 3.808 unit, melonjak 47,8% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu yang membukukan 2.577 unit.

Lonjakan itu dipicu oleh kehadiran sejumlah model baru dan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi yang mendorong konsumen bergeser kepada model-model kompak yang irit bahan bakar.

Jenis mobil hatchback memang semakin populer di mata konsumen karena konsumsi bahan bakarnya lebih irit dan harga jualnya cukup terjangkau.

Pada bulan tersebut, Toyota Yaris tampil sebagai pemimpin pasar dengan penjualan sebanyak 1.297 unit. Padahal, pada bulan sebelumnya posisi Yaris masih berada di level kedua di bawah Nissan Livina.

Berdasarkan data wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) angka penjualan Nissan Livina anjlok pada Juni menjadi cuma 582 unit.

"Peningkatan penjualan Yaris membuktikan bahwa memang terjadi pergeseran selera di mana tren pasar mengarah kepada mobil-mobil kompak. Karena itu kami gencar memasarkan Yaris untuk memanfaatkan kondisi tersebut," ujar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan, kemarin.

Adapun rival Yaris yakni Honda All New Jazz yang diluncurkan sekitar dua minggu silam, laku terjual sebanyak 859 unit. Di arena The 16th Indonesia International Motor Show 2008, mobil kompak tersebut mengantongi surat pemesanan kendaraan (SPK) sekitar 200 unit. 

"Sampai sekarang jumlah SPK Honda All New Jazz mencapai sekitar 200 unit. Secara keseluruhan total penjualan model ini sudah bisa membuat saya tenang hingga akhir tahun," ujar Marketing & After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy, kemarin.

Inden

Akibat banyaknya pemesanan, perbandingan volume produksi di pabrik antara All New Jazz dan New CR-V berubah menjadi satu berbanding tiga. "Artinya, kami memproduksi All New Jazz tiga kali lipat lebih banyak daripada CR-V," ungkapnya.

Kapasitas pabrik Honda sekarang mencapai 50.000 unit per tahun dengan 2,5 shift kerja, sehingga masih terjadi inden (antrean pengiriman)  untuk model Jazz selama 2 hingga 3 bulan.

Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor mengatakan manajemen terus memacu penjualan model hatchback Sirion. "Kami yakin penjualan Daihatsu Sirion akan terus meningkat, apalagi dengan adanya model terbaru Seri D."

Proton, pabrikan asal negara tetangga, Malaysia, melalui model Savvy mampu meraih penjualan sebanyak 24 unit selama Juni, sedangkan dalam lima hari pelaksanaan IIMS, Savvy terjual sebanyak 17 unit.

"Kami tidak mengejar penjualan di IIMS, tetapi animo konsumen cukup tinggi terhadap merek Proton," ujar Head of Marketing Communication PT Proton Edar Indonesia Prisilla Puspitasari. (22) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Pasar mobil Agustus diprediksi turun
  • TRANSMISI
    Penjualan mobil Taiwan anjlok 42,1%
  • TRANSMISI
    Proton Edar lego 2.500 mobil
  • Mobil diesel dongkrak pasar Ford
  • MMI akan datangkan Mazda2 dari Thailand
  • Penjualan ban mobil hanya tumbuh 2,6%
  • TRANSMISI
    Ford Focus mobil terlaris di Rusia
  • TRANSMISI
    Bosch & Samsung produksi baterai
  • TRANSMISI
    GMAWI lego 100 mobil sehari